Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenkominfo Dan Kemendagri Gelar Literasi Digital Bagi ASN Jateng

Jumat, 5 Agustus 2022 19:03 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan literasi digital sektor pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh 6.000 ASN dari berbagai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) di Provinsi Jawa Tengah.

Targetnya, akan ada 24 ribu ASN Provinsi Jawa Tengah yang akan mengikuti kegiatan ini. Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi ASN di Indonesia.

Peningkatan pemahaman literasi digital ASN merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Kapasitas masyarakat Indonesia perihal literasi digital memiliki skor 3.49 dari 5.00, yang berada dalam kategori sedang.Hal ini berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021.

Berita Terkait : Kominfo Genjot Pelaku UMKM Papua Masuk Ekosistem Digital

Kegiatan literasi digital di sektor pemerintahan merupakan salah satu inisiasi Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Dalam sambutannya, Sumarno menekankan bahwa jangan sampai ada lagi ASN gaptek (gagap teknologi) dalam pelayanan publik yang saat ini serba digital.

"Jadi ASN tidak boleh ketinggalan literasi digital dan digitalisasi. Jangan sampai kita sebagai ASN tidak bisa memahami, tidak bisa merespon, tidak bisa masuk di era-era digitalisasi agar kita tidak ketinggalan," kata Sumarno, di Hotel PO, Semarang, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (5/8).

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo.

"Kegiatan ini diadakan atas kerja sama dari BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo untuk meningkatkan kompetensi ASN di bidang digital," jelasnya.

Berita Terkait : Komitmen Kemendes Fasilitasi Masalah Tanah Transmigrasi Diapresiasi Lembaga Negara

Kegiatan ini dinilainya sangat penting untuk memperlengkapi ASN di Jawa Tengah dengan pengetahuan literasi digital dalam menggunakan teknologi digital dan untuk diadopsi dalam pelayan publik.

"Ada 4 pilar, technical aspek ada kecakapan digital dan keamanan digital, lalu ada 2 non technical. Etika ber digital dan budaya berdigital, karena masyarakat masih suka lupa bahwa dunia digital itu sama saja dengan dunia nyata. Ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang kuat bahwa teknologi digital tidak bisa lepas dari kita sebagai ASN," tambah Bonifasius.

 

Sementara, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Teknis Kemendagri Dian Andi Permana, mengajak ASN untuk terus belajar dan mengembangkan kapabilitasnya serta terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan atau menghadapi perubahan, khususnya di era digital ini.

"Sesuai dengan core value ASN, yaitu BerAKHLAK, merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, di mana core value kompeten dan adaptif, memiliki makna bahwa ASN terus belajar dan mengembangkan kapabilitasnya," ujar Dian.

Kegiatan terdiri dari dua sesi yang diisi dengan materi mengenai empat pilar literasi digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital.

Berita Terkait : Kemenkop UKM: Akselerasi Adaptasi Digital UMKM Jadi Narasi Besar Di Ajang G20

Materi keempat pilar literasi digital tersebut disampaikan oleh narasumber yang kredibel dan berpengalaman di bidangnya. Pemaparan materi sesi pertama dibawakan oleh Gatot Sandy, Praktisi di bidang Konten Digital.

Gatot Sandy memaparkan materi etika dan budaya literasi digital. Gatot mengajak ASN untuk saring sebelum sharing informasi di media sosial.

"Kalau kita bukan menjadi solusi, siapa tahu kita adalah sumber masalahnya, maka pastikan kita bukan sumber dari masalah dan jadilah bagian dari solusi, setidaknya kita menahan terlebih dahulu informasi yang belum kita ketahui betul sumbernya dari mana dan kredibilitasnya seperti apa," tandasnya. ■