Dark/Light Mode

Kurangi Tidur Untuk Pulihkan Ekonomi

Airlangga: Libur Gak Libur, Tetep Gaspol!

Kamis, 18 Juni 2020 06:02 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara RMinsight yang digelar Rakyat Merdeka, Rabu (17/6) malam. (Foto:  Humas Menko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara RMinsight yang digelar Rakyat Merdeka, Rabu (17/6) malam. (Foto: Humas Menko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seperti tenaga medis yang tak ada hentinya berjuang menyembuhkan pasien yang positif corona, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga terus berjibaku memulihkan ekonomi yang kena gempuran virus asal Wuhan itu. Airlangga sampai tak bisa tidur nyenyak, bangun tidur lebih cepat, karena ingin menyelamatkan ekonomi bangsa. Baik hari kerja atau hari libur, Ketum Golkar itu tetap kerja. Tetap gaspol menjaga jangan sampai ekonomi dihantam resesi. Salut!

“Kalau Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo) tidak bisa tidur, saya lebih tidak bisa tidur. Kalau Gubernur Bank Indonesia bisa tidur maka saya bisa tidur nyenyak. Tapi sekarang malah mesti bangun lebih pagi,” kata Airlangga.

Berita Terkait : Semoga Hidup Normal Baru Mampu Angkat Ekonomi Kita

Semalam, Airlangga menjadi pembicara di RMinsight yang digelar Rakyat Merdeka. Acara yang mengambil tema soal “Menggerakkan Ekonomi Rakyat Pasca Covid” itu dipandu wartawan senior Rakyat Merdeka, Kiki Iswara dan dihadiri jajaran redaksi. Diskusi ini juga disiarkan langsung di semua platform media sosial Rakyat Merdeka.

Dalam diskusi ini, Airlangga tak membatasi pertanyaan. Semua pertanyaan dia jawab semua. Termasuk soal politik. Dalam paparannya awalnya, Airlangga mengungkapkan soal dampak corona terhadap ekonomi Indonesia. Dia juga menyiapkan berbagai jurus untuk memperbaiki perekonomian.

Berita Terkait : ISEI Usulkan 3 Hal untuk Dukung Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah adakah program pemberdayaan ekonomi rakyat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Realisasi dari program ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil.

“Total Realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 - 30 April 2020 sebesar Rp 534,07 triliun dengan outstanding sebesar Rp 172,5 triliun, jumlah debitur sebanyak 20,3 juta orang, dan Non Performing Loan (NPL) rendah sebesar 1,24 persen,” ujarnya.

Berita Terkait : 27 Mei, Kantor Kemenko Perekonomian Terapkan Work From Office Terbatas

Sedangkan penyaluran KUR 2020, lanjut Airlangga, sampai dengan 30 April 2020 sudah mencapai Rp 61,09 triliun atau 32,15 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun, dengan out standing sebesar Rp 57,7 triliun, dan jumlah debitur sebanyak 1,7 juta orang. “Berdasarkan provinsi, penyaluran KUR terbanyak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara,” kata Airlangga.
 Selanjutnya