Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut Kedatangan Vaksin Ke-50

Menko Airlangga: Jangan Pilih-pilih, Semua Vaksin Berkhasiat Untuk Melindungi

Senin, 6 September 2021 13:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penyambutan secara virtual kedatangan vaksin tahap ke-50, Senin (6/9). (Foto: YouTube)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penyambutan secara virtual kedatangan vaksin tahap ke-50, Senin (6/9). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengingatkan, percepatan vaksinasi harus dilakukan dengan baik, dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya.

Vaksinasi merupakan langkah penting dalam mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional.

Vaksin jadi produksi Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/9), merupakan kedatangan vaksin tahap ke-50 ke Indonesia. Ini merupakan upaya nyata Pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok vaksin.

"5 juta dosis vaksin produksi Sinovac yang datang hari ini, memastikan bahwa stok vaksin sudah aman,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penyambutan secara virtual kedatangan vaksin tahap ke-50.

Terhitung sejak kedatangan vaksin pertama pada Desember 2020, secara keseluruhan Indonesia telah menerima sekitar 225,4 juta dosis vaksin dalam berbagai merk, dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi.

Berita Terkait : Airlangga Tekankan Pentingnya Penurunan BOR Dan Akselerasi Vaksinasi

Vaksin jadi Sinovac yang telah diterima sampai dengan hari ini, berjumlah 33 juta dosis. Yang dalam bentuk bulk, ada 153,9 juta dosis.

Vaksin lainnya yang telah diterima adalah Astra Zeneca 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

"Pemerintah selalu memastikan safety, quality, dan efficacy untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh. Semua sudah melalui proses evaluasi oleh BPOM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli. Semua merk vaksin berkhasiat untuk melindungi. Jadi, masyarakat tidak perlu memilih-milih. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang saat ini tersedia,” tutur Menko Airlangga.

Hingga 5 September 2021, telah disuntikkan 105,7 juta dosis vaksin kepada masyarakat. Sebanyak 66,78 juta orang atau 32,07 persen dari target vaksinasi telah menerima dosis pertama. Sedangkan penerima dosis kedua berjumlah 38,22 juta, atau setara 18,35 persen.

Selain itu, vaksinasi dosis ketiga sebagai booster kepada tenaga kesehatan juga telah dilakukan kepada 713.068 orang.

Berita Terkait : Semua Jenis Vaksin Aman, Halal Dan Berkhasiat

Untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun, sebanyak 2,77 juta anak telah mendapat vaksinasi dosis pertama dan 1,9 juta anak telah menerima dosis kedua.

“Kita telah berada pada jalur yang tepat dan sesuai target. Jumlah vaksinasi Indonesia berada di peringkat ke-6 dunia. Tapi kita harus tetap berupaya keras untuk percepatan vaksinasi, terutama untuk penduduk usia lanjut. Pemerintah akan terus merumuskan strategi percepatan  untuk melindungi kelompok tersebut,” ujar Menko Airlangga.

Setelah melakukan vaksinasi pada tenaga kesehatan dan petugas publik, saat ini pemerintah bekerja ekstra untuk melakukan vaksinasi kepada penduduk usia lanjut usia dan masyarakat umum. Khususnya  usia di atas 12 tahun dsn Ibu hamil.

Akselerasi vaksinasi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat, untuk beraktivitas kembali dan menggerakkan roda perekonomian.

Vaksinasi hanyalah salah satu strategi pemerintah dalam menanganani pandemi Covid-19. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam penerapan PPKM  termasuk menerapkan protokol kesehatan 3M dan terus meningkatkan kapasitas 3T.

Berita Terkait : Guru Besar FKM UI: Masyarakat Jangan Tunda Vaksinasi!

Dampak positif dari percepatan vaksinasi dan penerapan PPKM, telah terlihat dari adanya penurunan jumlah kasus aktif dan penurunan kasus tingkat sedang hingga berat.

Tingkat kesembuhan nasional kini mencapai 92,8 persen, yang berarti lebih besar dari tingkat kesembuhan global sebesar 89,4 persen 

Jumlah kasus aktif nasional juga menurun 65,3 persen dibanding awal PPKM leveling di 9 Agustus lalu. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) nasional dalam seminggu ini juga turun 76 persen.

“Pandemi belum berakhir. Meski terjadi tren penurunan, masyarakat harus tetap waspada. Semoga, kerja sama yang baik dari semua pihak dalam penanggulangan pandemi Covid-19, khususnya program vaksinasi  dapat terus dikembangkan. Sehingga bangsa kita berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional,” pungkas Menko Airlangga. [HES]