Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rusia Klaim Jadi Pemimpin Senjata Hipersonik Dunia

Senin, 13 Desember 2021 17:30 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Istimewa)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rusia mengklaim menjadi pemimpin global dalam rudal hipersonik. Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui, negaranya dan Amerika Serikat (AS) memiliki kesamaan dalam hal jumlah hulu ledak dan kapal induk rudal hipersonik. Namun, dia mengklaim, Rusia lebih maju dibanding AS.

"Rusia juga nomor satu di dunia dalam skala peningkatan senjata tradisionalnya," ucap Putin, seperti dikutip Reuters, Senin (13/12).

Berita Terkait : Anti Klimaks P(l)andemi Corona

Dia menambahkan, di masa depan, kekuatan dunia lain akan memiliki teknologi senjata hipersonik serupa. "Tapi, ketika mereka mendapatkan senjata ini, kami kemungkinan besar akan memiliki sarana untuk melawan," tambah Putin.

Bulan lalu, lanjut Putin, uji coba rudal jelajah hipersonik Zirkon Rusia hampir selesai. Pengiriman ke angkatan laut akan dimulai pada 2022.

Berita Terkait : Petugas Razia Listrik Ilegal

Kendati demikian, beberapa pengamat dari Barat mempertanyakan seberapa canggih generasi baru senjata Rusia. Tapi, mereka tetap mengakui bahwa kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik membuat rudal Rusia itu sulit dilacak dan dicegat.

Rudal hipersonik Rusia ini disebut bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara di atmosfer atas, atau sekitar 6.200 kilometer per jam. Itu lebih lambat dari rudal balistik antarbenua. Tapi, bentuk kendaraan luncur hipersonik memungkinkannya bermanuver menuju target atau menjauh dari pertahanan.

Berita Terkait : Gus Halim: Pariwisata Majukan Desa

Menurut data Bank Dunia, pengeluaran militer Moskow jauh lebih rendah daripada Washington. Rusia menganggarkan sekitar 62 miliar dolar AS (setara Rp 889 triliun) untuk pengeluaran militer pada 2020. Sedangkan AS menggelontorkan dana sebesar 778 miliar AS (sekitar Rp 1.115 triliun) untuk militer mereka. [PYB]