Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
WHO: Pandemi Covid Berakhir 2022
Mari Kita Aminkan...
Jumat, 24 Desember 2021 07:25 WIB
Sebelumnya
Soal vaksinasi, meski belum mencapai target, tingkat vaksinasi Corona di Indonesia sudah lumayan. Per hari kemarin, angka vaksinasi Corona dosis pertama telah mencapai 154 juta orang atau 74,32 persen.
Sementara jumlah yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 109 juta orang atau 52,59 persen dari total target sasaran vaksinasi. Sasaran vaksinasi nasional yaitu sebesar 208,2 juta penduduk.
Baca juga : Pasca Pandemi, CFO Berperan Penting Dalam Keberlanjutan Perusahaan
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dengan kebijakan tersebut diharapakan bisa mengakhiri status pandemi menjadi endemi. Wiku mengatakan, ada sejumlah upaya yang dilakukan agar target menuju endemi dapat terealisasi, antara lain dengan vaksinasi, dan meningkatkan testing dan tracing, penyesuaian aktivitas masyarakat yang aman dan produktif serta mobilitasnya. Ia berharap penanganan pandemi tetap terkendali. Bahkan setelah libur Natal dan Tahun Baru nanti.
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, ada dua skenario terkait pandemi. Skenario pertama pandemi akan berakhir tahun depan. Syaratnya 70 persen atau minimal 60 persen penduduk dunia sudah mendapatkan vaksinasi lengkap atau dua dosis.
Baca juga : Akhir Tahun Ini, 50 Persen Warga Komplit Vaksinasi...
Sementara untuk negara-negara maju diharapkan sudah jauh melebihi target, seperti minimal mencapai angka 80 persen untuk dosis kedua atau sudah memulai pemberian dosis ketiga. “Jika kondisi sudah demikian, dunia baru bisa sedikit berharap status pandemi akan dicabut oleh WHO,” kata Dicky, kemarin.
Selain itu, kata Dicky, pandemi itu berakhir bila kasus wabah Corona terkendali, yakni satu kasus per seratus ribu penduduk. Syarat lain, pandemi usai bila positivity rate di bawah 1 persen. Melihat keadaan saat ini, ia memprediksi, paling cepat itu triwulan terakhir dari 2022 syarat tersebut bisa dicapai.
Baca juga : Sekjen PBNU: Pandemi Covid-19 Percepat Penurunan Kualitas Demokrasi
Skenario kedua adalah skenario buruk. Pandemi baru berakhir pada 2025. Kata dia, saat ini dunia tengah dilanda gelombang ketiga. Belum jelas bagaimana trennya. Apakah mengarah terkendali atau naik.
Dengan keadaan seperti ini, mungkin saja nanti ada tiga kategori status wabah. Yaitu, terkendali, endemi atau epidemi. Ia mengingatkan ada kemungkinan efek long Covid. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya