Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Nggak Kapok, Sengaja Mancing Rusuh
Kemlu Kecam Pembakaran Alquran Oleh Politisi Denmark
Selasa, 19 April 2022 08:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rasmus Paludan sengaja memancing kemarahan umat Muslim Swedia. Pemimpin partai sayap kanan Denmark, Stram Kurs itu membakar Al-Quran di wilayah yang banyak dihuni warga Muslim di Swedia.
Aksi provokatif ini bukan yang pertama kalinya. Tiga tahun lalu, dia pernah melakukan aksi serupa. Seperti dilansir Reuters, Senin (18/4), aksi Paludan itu dilakukan di bawah pengawalan kepolisian pada Kamis (14/4) di area terbuka di wilayah Linkoping.
Baca juga : Dua Pemuda Diamankan Polisi
Dia tetap melakukan aksi itu, meski ditentang sekitar 200 demonstran yang berkumpul di lokasi yang sama. Gara-gara polisi mengabaikan seruan demonstran agar melarang Paludan melakukan aksinya, kerusuhan pun pecah. Demonstran menutup ruas jalanan setempat dan melempari batu ke arah polisi.
Paludan merupakan pengacara asal Denmark yang juga memiliki kewarganegaraan Swedia. Dia mendirikan Partai Stram Kurs, yang artinya ‘Garis Keras’ pada 2017. Situs partai Stram Kurs, menurut Associated Press, menampilkan agenda anti-imigrasi dan anti-Islam. Situs partai itu juga menyebut Stram Kurs sebagai ‘partai politik paling patriotik di Denmark’.
Baca juga : Pemain Ukraina Mewek
Paludan pernah melakukan aksi pembakaran Al-Qur’an pada 2019. Kemudian pada 2020, anggota partainya melakukan aksi serupa di wilayah Rinkeby, Swedia. Wilayah Rinkeby diketahui memiliki populasi Muslim dan imigran yang besar.
Pada September 2020, Paludan dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun. Sementara pada Oktober, dia dilarang masuk ke Jerman untuk sementara waktu setelah mengumumkan rencana menggelar unjuk rasa provokatif di Berlin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya