Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ratusan Korban Gempa Berdatangan

RS Afghanistan Ada Yang Hanya Punya 5 Tempat Tidur

Kamis, 23 Juni 2022 23:42 WIB
Pelayanan kesehatan darurat digelar di luar klinik kesehatan di Gayan, Afghanistan, untuk menampung para korban gempa, Kamis, 23 Juni 2022. (Foto Gayan Comprehensive Health Center via BBC)
Pelayanan kesehatan darurat digelar di luar klinik kesehatan di Gayan, Afghanistan, untuk menampung para korban gempa, Kamis, 23 Juni 2022. (Foto Gayan Comprehensive Health Center via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah korban meninggal dunia dalam gempa dahsyat Afghanistan telah mencapai 1.000 orang, dan terus bertambah. Korban yang luka juka lebih dari 1.500. Namun, fasilitas kesehatan untuk menampung mereka nyaris tidak ada.

Dilansir BBC, Kamis (23/6), pekerja di satu-satunya klinik kesehatan di daerah pusat gempa di distrik Gayan, Provinsi Paktika menuturkan, mereka kewalahan menangani ratusan pasien yang memerlukan perawatan tapi hanya ada lima tempat tidur. 

"Dari 500 pasien yang datang ke klinik sejak pagi, sebanyak 200 telah meninggal dunia," kata Muhammad Gul, staf klinik kecil di Gayan, sebuah distrik di Provinsi Paktika.

Berita Terkait : Innalillahi, Korban Tewas Gempa Afghanistan Tembus 1.000 Orang, WNI Selamat

"Fasilitas kesehatan itu hanya punya lima ranjang. Semua ruangan klinik telah hancur," kata Gul.

Menurutnya, sebuah helikopter telah mengangkut sejumlah pasien dari distrik terpencil itu ke beberapa kota untuk dirawat. Adapun dua dokter klinik berupaya merawat para korban terdampak gempa dengan fasilitas seadanya.

Generator yang memasok listrik pun tidak bisa menyala terus karena bahan bakarnya terbatas. Janji bantuan dari provinsi-provinsi lain belum kunjung terwujud. Di tengah kondisi itu, korban terus berdatangan.

Berita Terkait : Cara Kelola Keuangan dan Investasi Yang Tepat Pasca Pandemi

"Terdapat puluhan orang yang perlu bantuan medis darurat. Saya kira mereka tidak akan bisa bertahan hidup malam ini," kata Gul.

Gempa Magnitudo 5,9 (direvisi Survei Geologi Amerika Serikat-USGS dari yang awalnya disebut M 6,1) berpusat di kawasan 44 kilometer dari kota Khost, tenggara Afghanistan, di kedalaman 51 kilometer, Rabu dini hari (22/6). Gayan adalah area yang paling parah terdampak gempa. Masyarakat di sana banyak yang terjebak reruntuhan bangunan ambruk.

Sejauh ini, menurut pejabat Taliban, korban tewas tembus 1.000 orang dan melukai 1.500 lainnya. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah karena hujan deras dan medan terjal menghambat operasi penyelamatan.

Berita Terkait : Tugas Di Papua Itu Berat, Pangdam Ingatkan Anak Buahnya Kerja Tulus

Tidak ada Unit Gawat Darurat (UGD) di Gayan. Apabila ada pasien kondisi berat, klinik tersebut merujuknya ke kota-kota besar agar pasien bisa menjalani perawatan lanjutan.

Sejak kelompok Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak Agustus lalu, lembaga-lembaga bantuan internasional angkat kaki dari negara itu sehingga sistem layanan kesehatan kekurangan obat-obatan dan staf.

Kementerian Pertahanan pimpinan Taliban kini memimpin upaya penyelamatan. Taliban telah meminta bantuan internasional. Banyak negara dan lembaga kemanusiaan di bawah PBB siap membantu korban gempa. Lembaga-lembaga bantuan di Pakistan juga membantu.***