Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Presiden Baru Dilantik, Demonstran Sri Lanka Ditangkapi

Sabtu, 23 Juli 2022 08:05 WIB
Para pengunjuk rasa (kiri) berbicara dengan anggota pasukan keamanan Sri Lanka di lokasi kamp protes di depan Sekretariat Presiden di Colombo, Jumat, 22 Juli 2022. (Foto AFP/Arun Sankar)
Para pengunjuk rasa (kiri) berbicara dengan anggota pasukan keamanan Sri Lanka di lokasi kamp protes di depan Sekretariat Presiden di Colombo, Jumat, 22 Juli 2022. (Foto AFP/Arun Sankar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sembilan orang ditangkap, saat pasukan keamanan Sri Lanka menggerebek kamp demonstran di Colombo, Jumat (22/7) pagi waktu setempat. Penggerebekan dilakukan setelah Ranil Wickremesinghe resmi dilantik menjadi presiden.

Seperti dilansir Reuters, Jumat, rekaman video dari media menunjukkan, tentara bersenjatakan senapan serbu berusaha merobohkan kamp-kamp demonstran dengan puluhan personel kepolisian mengawasi situasi sekitar.

Berita Terkait : Titah Presiden Kepada Mentan: Siapkan Kebutuhan Gula Nasional

Saat fajar menyingsing, belasan tentara dengan perlengkapan antihuru-hara berbaris di area penggerebekan dan jajaran tenda para demonstran. Tenda-tenda yang sebelumnya dibangun di kedua sisi jalan utama menuju kantor Sekretariat Kepresidenan ini telah dibersihkan.

Dua koordinator unjuk rasa menyebut, penggerebekan menjadi pertanda Wickremesinghe langsung menindak tegas demonstran usai dilantik. Mantan Perdana Menteri (PM) Sri Lanka itu merupakan sekutu mantan Presiden Gotabaya Rajapaksa yang mundur usai kabur ke luar negeri. Namun, Wickremesinghe sebelumnya mengaku, hubungan mereka telah hancur.

Berita Terkait : Genjot Vaksin, Booster Akan Diwajibkan Syarat Pada Kegiatan Masyarakat

Dituturkan dua koordinator unjuk rasa itu, ratusan personel keamanan mengepung kamp unjuk rasa ‘Gota Go Gama’ --yang dinamai untuk mencemooh Rajapaksa-- usai tengah malam dan membongkar kamp itu. Sekitar 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam penggerebekan itu. Korban luka termasuk sejumlah jurnalis yang dipukuli pasukan keamanan Sri Lanka.

Sejumlah sumber rumah sakit setempat menyebut, ada dua korban luka yang menjalani perawatan medis. “Itu serangan sistematis dan terencana,” ucap salah satu koordinator unjuk rasa, Chameera Dedduwage.

Berita Terkait : Prabowo Capres Nomor Satu Di Jatim, Kedua Di Jateng

“Mereka menyerang orang-orang secara brutal. Apa yang terjadi adalah unjuk kekuasaan yang sangat murahan,” imbuhnya.
 Selanjutnya