Dark/Light Mode

Kasusnya Sedang Ditangani Polisi Kamboja

53 WNI Disekap AgenTenaga Kerja Bodong

Jumat, 29 Juli 2022 08:05 WIB
KBRI Phnom Penh berhasil menyelamatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari penyekapan satu perusahaan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.  KBRI Phnom Penh berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Kamboja telah mengevakuasi mereka ke tempat aman di Pnom Penh dalam dua gelombang masing-masing 17 PMI pada 3 Mei 2021, dan 59 PMI pada 8 Mei 2021. (Foto Kemlu RI)
KBRI Phnom Penh berhasil menyelamatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari penyekapan satu perusahaan di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja. KBRI Phnom Penh berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional Kamboja telah mengevakuasi mereka ke tempat aman di Pnom Penh dalam dua gelombang masing-masing 17 PMI pada 3 Mei 2021, dan 59 PMI pada 8 Mei 2021. (Foto Kemlu RI)

 Sebelumnya 
Kasus penyekapan ini mengemuka dari aduan seorang warganet dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mengenai penyekapan terhadap WNI di Kamboja.

Baca juga : Kemenlu Minta Bantuan Polisi Kamboja Bebaskan 53 WNI Yang Disekap

Melalui unggahan itu, dirinya meminta tolong kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk segera dibantu. Ganjar langsung memerintahkan Disnakertrans Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga : Kasus Jin Buang Anak Dinilai Lebih Tepat Diselesaikan Di Dewan Pers

Dikutip Antara News, kemarin, Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan. Tetapi di lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.

Baca juga : Polisi Klarifikasi Soal CCTV Yang Kini Dikantongi Penyidik

“Modus pemberangkatan tidak secara prosedural. Setiap WNI berangkat dengan agensi berbeda. Menurut informasi dari yang bersangkutan bahwa dimungkinkan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan,” jelasnya. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.