Dark/Light Mode

Tak Terhalang Pandemi Covid-19

Pertemuan Sister City Bandung dan Fort Worth, Texas Digelar

Sabtu, 3 Oktober 2020 17:03 WIB
Pertemuan virtual Sister City Bandung, Jawa Barat dan Fort Worth, Texas USA, Selasa (29/9/2020). Pertemuan ini merupakan inisiatif Konsulat Jenderal (Konjen) RI Houston.
Pertemuan virtual Sister City Bandung, Jawa Barat dan Fort Worth, Texas USA, Selasa (29/9/2020). Pertemuan ini merupakan inisiatif Konsulat Jenderal (Konjen) RI Houston.

 Sebelumnya 
Pada kesempatan pertemuan tersebut, Nana juga menyampaikan respon Indonesia terhadap perubahan iklim yang terjadi secara global, seperti yang diminta oleh kantor Sister City International di Fort Worth. Dia menjelaskan, Indonesia berperan aktif sebagai pihak dalam penyelesaian permasalahan yang ditimbulkan perubahan iklim, karena Indonesia termasuk negara yang sangat rentan. Antara lain, dengan banyaknya penduduk di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, juga bencana alam sebagai dampak perubahan iklim seperti kebakaran hutan, longsor dan lain-lain.

Melalui Presiden Jokowi, bebernya, Indonesia menyampaikan komitmennya menjadi bagian solusi pada perubahan iklim di dunia. Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan lembaga swadaya masyarakat, saling membantu untuk mengatasi dampak perubahan iklim ini.

Kemudian Mae Ferguson, CEO Sister City International Fort Worth menyampaikan, pandemi ini sangat mempengaruhi hubungan internasional. Karena itu, dia juga menyatakan sangat mengapresiasi pertemuan virtual tersebut, hingga secara antusias dihadiri kedua pihak bersama KJRI.

Baca Juga : Jangan Cuma Jaga Protokol Kesehatan, Olahraga Juga Harus

Mae mengaku sangat optimis, hubungan kedua kota akan semakin berkembang bukan hanya di bidang pendidikan, tapi juga di bidang ekonomi.

Namun Dr. Bonnie Melhart, Ketua Sister City saat ini dan Staussa Ervin, Ketua Sister City untuk Bandung yang mulai menjabat pada 1 Oktober 2020, menyatakan keprihatinannya mengenai dampak wabah Covid-19, khususnya di bidang kesehatan mental sebagai dampak pandemi. Dr. Staussa misalnya menyampaikan, kesehatan mental anak, orang tua, dan para pendidik, dapat terpengaruh, akibat kecemasan atas pandemi yang tidak dapat diprediksi sampai kapan akan berakhir.

Diskusi dalam pertemuan Sister City ini juga menarik, dengan kehadiran para siswa dan alumni SMAN 5 Bandung. Sebelumnya, mereka pernah mengikuti program Sister City pada International Leadership Academy (ILA) Fort Worth, dan siswa High School dari Fort Worth juga pernah berkunjung ke Bandung.

Baca Juga : Langgar Aturan PSBB, 25 Perkantoran di Jakpus Ditutup Sementara

Di acara ini, mereka turut memberikan testimoni manfaat positif yang dipetik dari program Kerjasama Sister City dalam membangun karakter, wawasan dan networking. Di samping itu, para siswa juga berbagi pengalaman dalam menghadapi situasi pandemi, yang kalau tidak ditangani dengan baik, dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental.

Hubungan Kerjasama Sister City Bandung dan Fort Worth, sejauh ini dinilai cukup aktif, khususnya di bidang pendidikan. Selama pandemi Covid-19, ada dua kegiatan yang dilakukan. Pertama, promosi budaya Kota Bandung yang ditayangkan melalui media sosial Sister City International Fort Worth pada 31 Mei 2020. Yakni berupa promosi pariwisata kota Bandung dan promosi cara membuat batik pada 8 Juni 2020.

Kegiatan kedua, adalah Sister City Summit Bandung dan Fort Worth pada 29 September 2020, yang juga dilakukan secara virtual.

Baca Juga : Eri-Armuji Janji Jadikan Surabaya Jadi Kota Ramah Difabel

Pertemuan Sister City ini, jelas Konjen RI Houston, Dr. Nana Yuliana, dilaksanakan di tengah pandemi, mengingat upaya peningkatan kerjasama di segala bidang saat ini tertunda. “Diharapkan, komitmen-komitmen yang disampaikan dapat segera diimplementasikan setelah pandemi berakhir, demi mencapai hasil nyata bagi masyarakat kedua kota,” pungkasnya. [PYB]