Dewan Pers

Dark/Light Mode

PM Yoshihide Suga Temui Jokowi

Jepang Dan RI Kerja Sama Atasi Pandemi Covid-19

Rabu, 21 Oktober 2020 06:16 WIB
PM Jepang Yoshihide Suga (berkacamata) lari pagi di sekitar Hoan Kiem Lake, pusat Kota Hanoi, Vietnam, kemarin.(foto Vietnam+)
PM Jepang Yoshihide Suga (berkacamata) lari pagi di sekitar Hoan Kiem Lake, pusat Kota Hanoi, Vietnam, kemarin.(foto Vietnam+)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menemui Presiden Jokowi, kemarin. Secara politik, kedatangan pengganti Shinzo Abe itu ke Jakarta merupakan simbol bahwa negeri Sakura itu menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama kedua negara.

Suga dan rombongan tiba di Jakarta, kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB. Ini kunjungan Suga pertama ke Indonesia sebagai PM sejak resmi menjabat pada 16 September 2020.

Kedatangan Suga dan Ibu Negara Mariko Suga disambut Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin. Kedatangan Suga disambut dengan upacara kenegaraan.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam upacara penyambutan itu antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya.

Upacara penyambutan kenegaraan dilakukan secara terbatas. Hal itu dilakukan menyesuaikan protokol kesehatan.

Berita Terkait : Diduga Kelompok Anarko, 33 Orang Ditahan Saat Aksi Di Istana

“Selamat datang di Indonesia dan merupakan suatu kehormatan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia menerima kunjungan Yang Mulia,” kata Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Jokowi menilai, kunjungan PM Jepang itu sebagai sebuah simbol komitmen yang kuat dari Jepang untuk terus menjalin kerja sama dengan Indonesia. Tentunya, kerja sama saling menguntungkan sebagai impleentasi dari kemitraan strategis kedua negara.

Setelah prosesi upacara penyambutan, Suga dan istri dibawa ke Ruang Teratai Istana Kepresidenan Bogor untuk menandatangani buku tamu kenegaraan dan berfoto bersama, sebelum melakukan perbincangan di veranda. Setelah itu, Jokowi dan Suga bersama delegasi masing-masing, melakukan pertemuan bilateral di Ruang Oval Istana.

Jokowi mengungkapkan, ada sejumlah kerja sama yang dibahas dalam pertemuannya dengan Suga. Pertama, kerja sama mengenai pengelolaan pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, sejak awal pandemi, Jepang merupakan mitra penting Indonesia dalam mitigasi pandemi, termasuk evakuasi 69 anak buah kapal (ABK) dari Kapal Diamond Princess di Yokohama.

“Saya menyambut baik telah ditandatanganinya memorandum kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Jepang pada 19 Oktober yang lalu. Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang dalam pembentukan ASEAN Covid-19 Response Fund,” tutur Jokowi.

Berita Terkait : Bertemu Di Bogor, Jokowi dan PM Jepang Bahas Empat Poin Kerja Sama

Selain itu, Jokowi mengaku, dirinya mengajak Jepang memperkuat tata kelola kesehatan di kawasan untuk menghadapi pandemi di masa yang akan datang. Termasuk, pembentukan ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases.

Jokowi menyampaikan, dalam pertemuan, dirinya dan Suga menyepakati kerja sama skema Travel Corridor Arrangement(TCA). Kedua negara sepakat membuka akses perjalanan terbatas bagi pebisnis dari kedua negara.

“Kami akan menugaskan Menlu Jepang dan Indonesia untuk menegosiasikan detil dan menyelesaikannya dalam waktu 1 bulan,” kata Jokowi.

Di bidang ekonomi, Jokowi dan Suga membahas upaya memperkuat kerja sama. Jokowi menyambut baik rencana relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia. Antara lain, perusahaan Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota.

Di sektor pertanian, lanjut Jokowi, pihaknya meminta perhatian terhadap Jepang adanya kendala izin impor untuk produk pertanian, produk kehutanan dan produk perikanan dari Indonesia.

Berita Terkait : Satu Tahun, Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

“Saya tadi juga mendorong Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia,” tuturnya.

Merasa Akrab

Dalam wawancara khusus tertulis dengan Kompas, Suga memaparkan alasan mengapa memilih Indonesia. Menurutnya, kedua negara berhubungan di berbagai bidang. Seperti politik, ekonomi, dan budaya. Kedua negara berbagi nilai-nilai universal. Seperti rule of the law dan demokrasi.

“Kedua negara memiliki perasaan yang akrab, serta Jepang dan Indonesia merupakan mitra dalam menghadapi tantangan regional dan global di bawah kepentingan strategis bersama,” kata Suga.

Suga yang pada pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kabinet menilai, indonesia sebagai mitra investasi dan perdagangan yang utama bagi Jepang. Indonesia memiliki jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia. Dan rata-rata berusia muda, yakni 30 tahunan. Suga menyatakan ke depan dia ingin meningkatkan hubungan perekonomian. [MEL/PYB]