Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
47 Juta Warga AS Telah Memilih
Harapan Trump Ungguli Joe Biden Semakin Tipis
Sabtu, 24 Oktober 2020 06:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Debat calon presiden Amerika Serikat (AS) telah berakhir. Usaha capres petahana Donald Trump mengungguli lawannya, Joe Biden, sudah menipis.
Sejauh ini, pemilih yang belum menetapkan capres pilihan relatif tinggal sedikit. artinya, jendela Trump untuk memengaruhi hasil, kemungkinan tertutup.
Baca juga : Trump Balik Kerja Dan Siap Kampanye Lagi
Dikutip kantor berita Reuters, 47 juta warga Amerika telah memberikan suara. angka ini melampaui total pemungutan suara awal (early voting) pada Pe milu 2016. Saat ini, baik secara nasional maupun di swing voters, Biden unggul.
Dari data yang dikumpulkan Real Clear Politics pada 20 Oktober, Trump mendapat dukungan 42,5 persen responden. Sementara Biden unggul dengan 51,1 persen dukungan. Poling yang dilakukan NBC news/ Wall Street juga menunjukkan tren serupa. Trump kalah dari Biden dengan perolehan dukungan 4253 persen.
Baca juga : Demokrat Ungguli Republik, Trump Di Ujung Tanduk Nih
Sedangkan hasil survei Reuters/Ipsos pekan ini menunjukkan dukungan di sejumlah wilayah swing state atau wilayah pertempuran para kandidat. Di 14 negara bagian swing state, 10 di antaranya mendukung Trump pada Pilpres 2016. Namun, kini hanya Texas dan Ohio saja yang masih setia kepada Trump.
Di negara bagian lain seperti Iowa dan Georgia, Trump nampak kehilangan populari tas. Sementara Michigan dan Wisconsin menunjukkan angka dukungan besar untuk Biden dengan selisih dukungan men capai 15 persen.
Baca juga : Trump dan Biden Tua-tua Keladi
Debat capres Kamis malam (22/10) waktu AS atau Jumat pagi (23/10) Waktu Indonesia Barat (WIB), berakhir. Tema yang dibahas di debat capres adalah beberapa persoalan da lam negeri dan dunia, seperti Virus Corona, tindak kejahatan dan pemanasan global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya