Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Awasi Mahasiswa China
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga meminta universitas-universitas di AS mengawasi mahasiswa asal China. Menurutnya, AS sangat menyambut kehadiran mahasiswa China yang benar-benar ingin belajar di negara tersebut. Namun, dia memperingatkan tentang dua kasus mahasiswa China yang dituding sebagai mata-mata.
Baca juga : China Pede Bisa Akur Dengan AS
“Partai Komunis China (PKC) tahu, mereka tidak akan pernah bisa menandingi inovasi kita. Itulah mengapa mereka mengirimkan 400 ribu siswa setahun ke AS,” kata Pompeo, saat berpidato di Georgia Institute of Technology pada Rabu (9/12).
“Jika kita tidak mendidik diri kita sendiri, jika kita tidak jujur tentang apa yang terjadi, kita akan dididik China,” ujar Pompeo. Dia pun mendesak universitas-universitas di AS menutup semua Confucius Institutes, lembaga yang didanai China dan menawarkan pengajaran bahasa China. “Kita harus menyelidiki apa yang disebut ‘kelompok siswa’ yang didukung oleh uang PKC,” ucapnya.
Baca juga : Dewan Kota Bandung Minta Rotasi Jabatan Profesional
Pompeo adalah pejabat AS yang paling vokal dan rutin mengkritik China. Dia menggambarkan, Negeri Panda itu ancaman utama dunia. Namun China telah berulang kali mengecam dan memprotes pernyataan-pernyataan Pompeo ini. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya