Dark/Light Mode

WHO Galau Izinkan Rusia Join COVAX

Kamis, 14 Oktober 2021 10:30 WIB
Vaksin Sputnik V asal Rusia tiba di Gaza, Palestina. [Foto- Fares Akram - Associated Press]
Vaksin Sputnik V asal Rusia tiba di Gaza, Palestina. [Foto- Fares Akram - Associated Press]

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat masih banyak negara membutuhkan vaksin Covid-19 untuk menekan penularan, Rusia mengaku siap berbagi vaksin Sputnik V. Sayangnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) justru masih galau.

WHO belum siap mengizinkan Negeri Beruang Putih itu ikut serta dalam inisiasi COVAX, inisiasi global negara-negara besar demi penyediaan akses vaksin Covid-19 yang setara.

Berita Terkait : KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Di HSU

"Vaksin Sputnik V sudah dipakai di 70 negara dan terbukti mampu mengurangi fatalitas infeksi virus Corona," terang CEO Badan Investasi Langsung Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev dalam konferensi pers virtualnya, Rabu (13/10/2021).

Sebelumnya WHO menyatakan, proses pendaftaran penggunaan darurat untuk vaksin produksi Rusia, Sputnik V ditunda dulu, sambil menunggu beberapa data dan prosedur hukum yang diharapkan segera diselesaikan.

Berita Terkait : Awal Pekan Rupiah Dibuka Cerah

“Kami bekerja hampir setiap hari dengan Kementerian Kesehatan Rusia untuk mengatasi masalah tersisa yang harus dipenuhi oleh Dana Investasi Langsung Rusia,” ujar Asisten Dirjen WHO untuk Akses Obat dan Produk Kesehatan, Mariangela Simao.

Segera setelah kesepakatan tercapai, ujarnya, WHO akan memproses pendaftaran tersebut dan menilai data yang diajukan. WHO juga akan melanjutkan inspeksi lokasi manufaktur di Rusia.
 Selanjutnya