Dark/Light Mode

Dapat Tambahan Anggaran, KLHK Tingkatkan Rehabilitasi Mangrove Dan Pengukuhan Kawasan Hutan

Kamis, 8 April 2021 21:57 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di gedung DPR, Kamis (8/4). (Foto: KLHK).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di gedung DPR, Kamis (8/4). (Foto: KLHK).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menjelaskan terdapat penambahan pagu KLHK Tahun Anggaran 2021, untuk kegiatan rehabilitasi mangrove, dan pengukuhan kawasan hutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Siti dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Kamis (8/4). Penambahan pagu sebesar Rp 1,5 triliun untuk kegiatan Rehabilitasi Mangrove melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) akan dilaksanakan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Berita Terkait : Menteri LHK Tekankan Langkah Perlindungan Dan Rehabilitasi Mangrove Nasional

Sementara, kegiatan Pengukuhan Kawasan Hutan oleh Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) mendapat tambahan sebesar Rp 173 miliar, melalui mekanisme penggunaan sebagian Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan (PKH).

Dengan demikian, Anggaran KLHK Tahun 2021 yang semula sebesar Rp 7,437 T menjadi Rp 9,134 T. Distribusi penggunaan anggaran tambahan BRGM untuk percepatan rehabilitasi mangrove sebagian besar digunakan untuk penanaman mangrove sebesar Rp 1,4 T (94,93 persen). Sedangkan sisanya dipergunakan untuk rancangan teknis, pelaksanaan monev, dan persemaian modern.

Berita Terkait : KLHK Terus Berbenah Untuk Pembangunan Ibu Kota Negara

Kegiatan penanaman mangrove dilakukan melalui mekanisme Padat Karya (Cash For Money) sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

“Latar belakang dari kegiatan rehabilitasi mangrove ini, kami laporkan merupakan arahan dan perintah Bapak Presiden untuk rehabilitasi secara besar-besaran, dengan pendekatan padat karya. Pada tahun lalu, sudah dilaksanakan 63 ribu hektar, dan dilanjutkan untuk tahun ini seluas 83 ribu hektar,” tutur Menteri Siti.
 Selanjutnya