Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Salah satu sektor yang diincar pemerintah untuk direm pengeluarannya, tampaknya, subsidi pupuk. Memang sudah beberapa tahun yang lalu, kontroversi subsidi pupuk sudah digulirkan. Bahkan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah lama mencanangkan agar subsidi pupuk dicabut; biar subsidi itu diberikan langsung kepada petani. Toh, pemerintah hingga hari ini masih belum berani melaksanakan wacana itu, karena waswas dampak negatifnya akan lebih besar daripada manfaatnya.
Menteri Pertanian melalui Peraturan Mentan No. 10 tahun 2022 tanggal 8 Juli 2022 menetapkan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Dengan Peraturan Mentan ini, jenis pupuk yang disubsidi pemerintah dikurangi: dari 9 jenis pupuk menjadi 2 jenis pupuk: Pupuk Urea dan NPK (Nitrogen, Phospat dan Kalium).
Baca juga : Polri: To Be Or Not To Be
Peraturan Menteri Pertanian ini, kecuali dibayangi oleh kenaikan harga pupuk dunia hingga 30 persen, juga dalam upaya menekan defisit APBN kita. Namun, untuk tahun anggaran 2022, subsidi pupuk yang diberikan pemerintah masih tetap: sekitar Rp 25 triliun. “Penghematan” yang diperoleh pemerintah adalah quantum pupuk bersubsidi. Pupuk-pupuk yang sudah tidak disubsidi lagi, selanjutnya akan menggunkan harga pasar yang saat ini juga relatif tinggi.
Prospek perang Rusia-Ukraina hingga sekarang tampaknya masih “gelap”, dalam arti tidak ada yang tahu kapan bisa berhenti. Kedua negara – Rusia dan Ukraina – sama-sama ngotot. Presiden Zelensky dari Ukraina malah yakin negaranya dapat mengalahkan Rusia. Sebaliknya, tekad baja Zelensky hanya menambah “nafsu” Presiden Putin untuk terus menghancurkan lawannya. Peluru-peluru kendali Rusia sudah semakin dekat dengan Ibukota, Kiev.
Baca juga : Polisi Tembak Polisi Di Rumah Jenderal Polisi
Konsekuensi peperangan yang berkepanjangan ini bukan hanya menyentuh harga minyak dunia, harga pupuk dan gandum pun pasti akan terus membubung tinggi. Dalam pertemuan 4 mata Presiden Putin dan Presiden Jokowi di Moskow, Juli lalu, Jokowi minta agar Rusia membantu produk pertanian kita tidak berdampak serius dari peperangan ini. Putin menyetujui permintaan Jokowi, antara lain berjanji ekspor pupuk Rusia melalui Pelabuhan Ukraina akan dibuka Kembali.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.