Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Banyak di antara pembaca yang mungkin tidak tahu bahwa jumlah petani dengan luas lahan kurang dari 2 hektar lahan ada 24,6 juta petani. Sebagian dari mereka tidak terdaftar di E-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Sebagian besar terdaftar. Hanya yang terdaftar E-RDKK yang berhak mendapat/membeli pupuk subsidi; yang tidak terdaftar E-RDKK, sekitar 7% harus membeli pupuk komersial yang harganya hampir 2X lipat dari harga bersubsidi.
Baca juga : Beda Antara Kritik Dan Hina
Kenapa pemerintah tidak berusaha mendorong semua petani bisa membeli pupuk bersubsidi? Jika makin banyak petani yang makin sulit kehidupannya karena tidak mampu membeli pupuk bersubsidi, lambat-laun mereka akan menjual lahannya, “ditukar” dengan bangunan atau perubahan. Artinya, lahan mereka dicaplok oleh pengusaha atau pemborong. Maka, di banyak lokasi kita melihat lahan-lahan hijau dibabat dan digantikan oleh industri dan Gedung-gedung. Jika lahan pertanian makin minus, padahal konsumsi beras tidak berkurang, apa yang terjadi?
Baca juga : Kontroversi OTT Kepala Basarnas
Lama-kelamaan produksi beras Indonesia bisa makin kurang; alhasil terpaksa kita impor beras. Ketahanan nasional akan makin terancam jika negara mulai tergantung pada impor beras.
Baca juga : Perang Rusia Vs Ukraina, Perspektif Intelijen Strategis Februari-September 2022
Saran kita, pemerintah menambah anggaran untuk subsidi pupuk dan kelengkapan petani yang lain yang berarti meningkatkan kesejahteraan petani; dan kurangi anggaran alutsista super canggih yang belum diketahui kapan kita memerlukannya !!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.