Dark/Light Mode

Peran Pupuk Melawan Rezim Impor Beras

Selasa, 13 Juli 2021 07:40 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Pada tingkat e-RDKK yang sudah disetujui Kementan, nilai rupiah yang dibutuhkan sekitar Rp 60 triliun; ketika jumlah pupuk yang disetujui bersama oleh pemerintah dan DPR – dari 24,3 juta ton jadi 9,04 juta ton, maka Rupiah yang dibutuhkan pemerintah otomatis menciut besar: dari 60 triliun menjadi 25,2 triliun. Sekali lagi, Rp 25,2 triliun itulah yang disanggupi Kementerian Keuangan untuk subsidi pupuk tahun anggaran 2021.

Baca juga : Pinangki, Putusan Hukum Yang Mencoreng Wajah Hukum Indonesia

Jika analisis di atas dicermati betul-betul, maka logis kalau selalu terjadi kelangkaan pupuk (subsidi) di kalangan petani. Wong, kebutuhan pupuk subsidi 24,3 juta ton, tapi yang direalisir untuk didistribusikan oleh PT PI hanya 9,04 juta ton. Kelompok tani yang tidak terdaftar namanya dalam e-RDKK mau tidak mau harus membeli pupuk kebutuhan mereka dengan harga normal yang cukup signifikan selisihnya dengan harga pupuk bersubsidi.

Baca juga : Menanti Kebangkrutan Maskapai Garuda

Gap lebar antara perencanaan kebutuhan pupuk dan jumlah pupuk yang disetujui pemerintah (bersama DPR), itulah tantangan sekaligus masalah pokok pupuk subsidi sampai sekarang!

Baca juga : Yayasan PRT Jangan Sampai Menjadi Klaster Baru Covid-19

Tentang kemampuan 5 anak perusahaan PT PI untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional, tampaknya tidak pernah ada masalah; dalam arti selalu over-production. Beberapa tahun terakhir Indonesia bahkan sudah mengekspor pupuk ke beberapa negara. Produksi pupuk Indonesia tahun lalu 20,26 juta ton; sedang kebutuhan pupuk subsidi sekitar 9 juta ton. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.