Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Menurut Prof. Sahetapy, sejak awal, ia sebenarnya tidak tertarik pada dunia politik. Tapi, suatu ketika, ia bertemu dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Dan Ibu meminangnya untuk jadi wakil rakyat. “Saya menghormati figur Ibu Mega. Ya, boleh-lah,” cerita Prof. Sahetapy tentang history-nya “nyemplung” ke Senayan. “Ibu Mega juga yang minta saya untuk maju lagi. Saya tolak sambil ketawa. Saya bilang, saya di luar saja, Ibu.” Tapi, kepada saya, dia ngomong keras sekali: “Buat apa saya di DPR lagi ?!!! Satu kali sudah kapok.”
Baca juga : 44 Napi Tewas, Menkumham Tidak Bisa Lepas Tangan
Prof. Sahetapy yang berasal dari Saparua, Maluku, menamatkan SMA-nya pada 1955. Ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga jurusan Hukum Pidana, lulus pada 1959. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Universitas Utah, AS, jurusan Business and Industrial Relations (1962). Gelar Doktornya di bidang hukum diraihnya pada 1978. Tahun 1993, ia tamat di Institut Alkitab Tiratus, Bandung.
Baca juga : Siapa Menikmati Subsidi Pupuk?
Sekembalinya dari Amerika Serikat pada 1962, ada pihak yang menudingnya “mata-mata Amerika”. Karena itu ia tidak diizinkan mengajar. Setelah PKI dibubarkan oleh Orde Baru, ia pun tidak bisa langsung mengajar karena muncul tuduhan-tuduhan lain. Namun, semua itu tidak membuatnya putus asa, bahkan ia semakin bertekad untuk membela rakyat kecil. Pada tahun 1979, Prof Sahetapy terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum di almamaternya. Ia mengambil gelar doktor dan menulis disertasi dengan judul "Ancaman Pidana Mati Terhadap Pembunuhan Berencana".
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.