Dark/Light Mode

Polemik Jari Anies Di Konferensi Gerindra

Mohamad Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta: Aneh Kalau Orang Melaporkan Anies

Jumat, 21 Desember 2018 11:07 WIB
Polemik Jari Anies Di Konferensi Gerindra Mohamad Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta: Aneh Kalau Orang Melaporkan Anies

 Sebelumnya 
Berarti acaranya jelas bukan dalam rangka kampanye ya?
Iya, bukan kampanye. Ucapan-ucapan dia itu dalam rangka memberikan semangat ke internal kami. Supaya orang-orang ini bisa bekerja lebih baik, bekerja lebih ikhlas. Jadi enggak ada itu kampanye. Tapi lumayanlah buat eksistensi ada yang melaporkan.

Anies hadir di acara internal Gerindra sebagai Gubernur DKI kan ya?
Kepala daerah kan boleh hadir. Apalagi Anies kan kami yang usung. Jadi harusnya enggak ada masalah. Apalagi kan tadi sudah izin ke Kemendagri, dan sudah diberikan izinnya.

Baca juga : YULIANTO, Komisioner Bawaslu Jabar : Nanti Kami Teliti Lebih Dalam Dulu

Menurut Dirjen Otda Kemendagri, kehadiran Anies memang enggak masalah, yang masalah salam dua jarinya. Itu bagaimana? Enggak, kemarin pagi saya sudah ketemu Pak Soni (Dirjen Otda) kok. Dan enggak ada masalah, sudah dikasih izin kok sama dia.

Salam dua jarinya enggak dimasalahin?
Enggak apa-apa kok. Simbol dua jarinya itu kan jelas bukan dalam rangka kampanye. Ketika dia pidato akhirnya itu sebagai pengganti salam. Masak Anies mau salam 3 jari? Bisa dimarahin, karena yang hadir kan memang hanya kalangan internal.

Baca juga : WIRANTO, Menko Polhukam: Saya Sampaikan Apa Adanya, Bukan Ngarang

Pak Anies kan bukan anggota tim kampanye, enggak ikut kampanye juga sama kami. Jadi aneh saja kalau menurut saya sih ya. Tapi enggak apa-apa, namanya zamannya lapor melaporkan.

Kami sih asyik-asyik saja. Tapi kenapa dia enggak melaporkan kepala daerah di Riau sih? Dia jelas-jelas menyatakan dukungan, deklarasi. Atau Bupati Cianjur yang kemarin ketangkep? Dia itu jelas-jelas mengajak RT/RW kan? Artinya kan itu terbuka untuk umum. Kalau ini kami jelas cuma untuk internal kok.

Baca juga : HINCA PANDJAITAN, Sekjen Partai Demokrat :Ada Upaya Untuk Menutupi Kasus Ini

Di acara kemarin yakin tidak ada masyarakat umum? 
Enggak ada. Di luar anggota enggakboleh masuk dong, kami kan itu ra-pat internal. Semuanya harus pakai ID card. Jadi mana ada masyarakat di situ? Yang ada orang-orang yang ada di struktur partai, seperti calon anggota DPRD dan lain-lain.

Bagaimanapun kan laporan sudah masuk ke Bawaslu. Berarti enggak masalah kalau Anies dipanggil untuk diperiksa?
Saya sudah diskusi dengan Bawaslu, dan enggak ada masalah. Ngapain dipanggil? Acara itu sudah jelas bukan kampanye.  Makanya kami enggak melaporkan acara sebelumnya ke KPU, karena cuma rapat koordinasi. Itu enggak ada urusannya dengan KPU dan Bawaslu. Kalau kampanye baru kami lapor. Makanya kami sih anteng-anteng saja. Laporan itu juga sah-sah saja. [NDA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.