Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Direktur Utama PT Food Station, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, stok beras di tempatnya mencapai 34.000 ton atau di atas stok minum sebanyak 30.000 ton.
“Harga jualnya Rp 13.900 untuk masyarakat. Ada 50.000 ton dari Bulog. Kami mengemas sekaligus me-mixing dengan produk lokal,” kata Pamrihadi.
Langkah ini dilakukan guna menindaklanjuti instruksi Badan Pangan Nasional agar mempersiapkan pendistribusian beras premium ke seluruh ritel yang ada di Jabodetabek.
Baca juga : Si Elang Muda Cakar Die Roten
Menurut Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, sebanyak 50.000 dari 200.000 ton beras komersial yang disiapkan Bulog dialokasikan khusus untuk wilayah DKI Jakarta. Dia menargetkan, pendistribusian beras komersial oleh Food Station ke pasar modern maupun pasar tradisional paling lambat 31 Maret 2024.
“Sesuai permintaan dari Pj Gubernur DKI Jakarta dan Dirut Food Station diberikan 50.000 ton. Nanti silakan Food Station menyiapkan beras komersial untuk dikirimkan ke seluruh pasar modern yang ada di Jabodetabek,” ungkap Arief.
Arief menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian BUMN dan Dirut Bulog akan memastikan bongkar muat beras dari pelabuhan langsung terdistribusi ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras di pasaran.
Baca juga : Rossoneri Depak Si Plontos?
Arief menyebut, sampai saat ini stok beras di Pasar Induk Cipinang masih cukup aman.
“Di Cipinang ini stoknya banyak, tapi di pasar modern sedikit. Saya minta tolong Bulog, Food Station, Aprindo, para penggiling padi dan pedagang kita percepat penyaluran beras SPHP ke ritel,” tandasnya.
Menurut Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KAS BPS), jelas Arief, panen besar akan terjadi pada Maret 2024 dan diprediksi hasil panennya mencapai 3,5 juta ton.
Baca juga : Presiden Ceko Ucapin Selamat Ke Prabowo
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 16 Februari 2024 dengan judul Pasokan Ke Pasar Seret, Harga Beras Makin Liar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya