Dark/Light Mode

Nangis-nangis, Wanita Yang Ngaku Anak Jenderal Bintang 3 Cium Tangan Arteria Dan Sungkem Ke Ibunya

Kamis, 25 November 2021 15:44 WIB
Anggiat Pasaribu meminta maaf kepada politisi PDIP Arteria Dahlan dan ibunya, Wasmiar Wahab atas kejadian di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (22/11). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Anggiat Pasaribu meminta maaf kepada politisi PDIP Arteria Dahlan dan ibunya, Wasmiar Wahab atas kejadian di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (22/11). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Momen haru dan penuh emosional mengiringi pertemuan Anggiat Pasaribu alias Rindu, wanita yang mengaku anak jenderal bintang tiga, dengan politisi PDIP Arteria Dahlan dan ibunya, Wasmiar Wahab di ruang Fraksi PDIP DPR, Lantai 7 Gedung Nusantara I Komplek MPR/DPR Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Mereka diketahui sempat cekcok di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Minggu (22/11).

Teri, begitu Arteria biasa disapa, terlihat mengenakan kaus berwarna abu-abu. Sementara ibunya, mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dan kerudung merah, serta masker medis warna biru muda.

Rindu yang ternyata istri Lettu Bayu, memohon maaf secara langsung kepada Teri dan Wasmiar, karena telah berlaku kasar di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Rindu tampak menyesali perbuatannya.

Berita Terkait : Banjir, Wanita Berenang Pake Kostum Putri Duyung

"Saya minta maaf, sudah sekurang ajar itu," kata Rindu kepada Teri dan Wasmiar

Dalam pertemuan tersebut, Rindu datang lebih dulu dibanding Teri dan Wasmiar. Dia terlihat lebih sering menunduk. Memasang wajah merah. Tak kuat membendung airmata, lantaran sangat merasa bersalah.

Saking kalapnya, dia juga terlihat menggenggam sekuat tenaga tangan wanita yang mendampinginya.

Sudah Memaafkan

Berita Terkait : Pemerintah Disarankan Lakukan Penghematan

Dalam kasus ini, Wasmiar mengaku sudah memaafkan Anggiat Pasaribu. Meski yang dialaminya, sangatlah berat.

"Sejak awal, kami sudah memaafkan. Cuma kami heran, kok masih dilaporkan. Ibu memang seorang guru, lebih dari 35 tahun ibu mengajar di SMP Perguruan Cikini," ungkap Wasmiar.

"Saya menghadapi banyak anak dengan berbagai perangai dan tingkah laku. Tidak apa-apa. Sudah jadi bagian dari kehidupan ibu menjadi guru, dan hidup dalam dunia pendidikan," sambungnya.

Kronologi

Berita Terkait : Isolasi Mandiri Yang Nggak Bener, Biang Kerok Klaster Keluarga

Ikhwal masalah bermula saat pesawat Bali-Jakarta yang ditumpangi Teri bersama ibu dan stafnya, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (22/11).

Saat staf Teri menurunkan bagasi, Rindu merasa terganggu karena ingin buru-buru turun pesawat. Dia bilang, barang bawaan Teri terlalu banyak.

Padahal, menurut Teri, barang yang dibawa hanya 2 koper. "Barang saya katanya banyak, mana banyak. Saya kan 3 orang. Saya, tenaga ahli, sama ibusaya. Kami punya dua koper, yang satu peralatan punggungnya ibu, yang satu kamera, apa yang banyak?" ujar Arteria kala itu. 

Rindu yang tak terima dengan kejadian ini, kemudian melapor ke Polres Soekarno-Hatta. Namun laporan tersebut sudah dicabut pada Rabu (24/11).  [UMM]