Dark/Light Mode

Digelar Di 6 Kota

Literasi Digital Netizen Fair 2021 Dihadiri Sekitar 4.000 Peserta

Kamis, 25 November 2021 20:09 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi juga perluasan akses internet, perlu diimbangi dengan pengembangan talenta digital.

Merespon arahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah melaksanakan berbagai kegiatan di bawah payung besar Program Literasi Digital Nasional.

Berita Terkait : Pelatihan Literasi Digital Guru Madrasah Tingkatkan Media Pembelajaran

Program ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang makin cakap digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika, ohnny G Plate, saat ini terdapat sekitar 200 juta warga Indonesia yang menjadi pengguna internet dan beraktivitas di ruang digital.

Berita Terkait : Peneliti CIPS : Literasi Keuangan Harus Jadi Fokus Pemerintah

Digitalisasi menurutnya memberikan dampak yang positif bagi masyarakat namun tidak sedikit informasi yang juga harus disaring karena bisa berdampak kepada terjadinya “Tsunami Digital”.

“Layaknya pisau bermata dua, punya sisi negatif dan positif. Seiring kemudahan yang ditawarkan, juga terdapat sisi gelap internet, seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, konten radikalisme dan terorisme,” ujar Johnny G Plate.

Berita Terkait : Literasi Digital Bagian Dari Pemberdayaan Masyarakat

Karena itulah, Kementerian Kominfo menilai, literasi digital menjadi kemampuan strategis dan sudah menjadi sebuah keharusan dalam menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan nyaman, serta untuk menciptakan masyarakat yang berdaya secara digital.
 Selanjutnya