Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Medsos Lembaga Pemerintah Kudu Cepat Tanggap Hadapi Netizen
Rabu, 8 Desember 2021 10:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga di bawah pemerintah, dianjurkan untuk mengelola akun media sosial secara profesional. Mereka diharapkan untuk memberi respon yang cepat atas keluhan atau kritik dari netizen.
Hal itu disampaikan ahli pengelolaan media sosial Pracoyo Wiryoutomo dalam seminar online yang diselenggarakan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) di Jakarta. "Jika tidak dikelola secara profesional, maka reputasi atau citra lembaga akan ikut buruk," katanya, dikutip Rabu (8/12).
Baca juga : Menpora Dorong Pemuda Menjadi Job Creator Menghadapi Persaingan Global
Pracoyo yang CEO Spora Comm itu menyarankan sudah saatnya akun official media sosial tidak kebanyakan berisi konten seremonial. “Berikan juga konten edukasi, motivasi dan info yang bermanfaat lainnya,” tegas Pracoyo.
Dalam pengamatannya, akun resmi lembaga pemerintah masih ada yang malas merespon interaksi netizen. Baik itu pertanyaan, ataupun komentar yang kadang pedas. Padahal, kecepatan memberi respon itu sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menjaga reputasi lembaga.
Baca juga : Serap Banyak Investasi Dan Pekerja, Pemerintah Kebut Pengembangan KEK
"Saya salut dengan akun Divisi Humas Polri dan PLN. Sekarang akun Humas Polri malah sering menjadi tempat pengaduan masyarakat. Apalagi kasus yang menyangkut anggota polisi," pujinya.
Ketua Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Nurlina Bangun menekankan tentang kebutuhan kreator konten yang semakin banyak. Indikasinya terlihat semakin banyak pebisnis yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan menjual barang dan jasa.
Baca juga : Pemerintah Kudu Lindungi Pekerja Dari Naiknya Cukai Tembakau
Untuk itu, IISIP menggelar seminar bertajuk 'Creating Content in The New Era for Building Reputation and Business'. "Kami sangat concern agar mahasiswa kami melihat fenomena ini sebagai peluang," ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya