Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kasus Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida
Mau Ditahan, Tersangka Mangkir
Jumat, 22 Juli 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Perkara ini bermula pada 2012, saat usulan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DI Yogyakarta untuk renovasi Stadion Mandala Krida. Usulan disetujui, anggaran pun dialokasikan.
Edy Wahyudi selaku PPK secara sepihak menunjuk langsung Sugiharto untuk menyusun anggaran proyek renovasi.
Renovasi akan berlangsung lima tahun. Membutuhkan anggaran Rp 135 miliar. Sugiharto diduga melakukan mark up pada sejumlah item pekerjaan. Edy menyetujui tanpa kajian terlebih dulu.
Baca juga : KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida, Kerugian Negara Rp 31,7 M
Kemudian, Edy diduga menentukan secara sepihak perusahaan yang akan mengikuti proyek pengadaan itu.
“Salah satu item pekerjaan dalam proyek pengadaan ini yaitu penggunaan dan pemasangan bahan penutup atap stadion,” jelas Alex.
Kemudian, pada 2016, Heri Sukamto selaku Dirut PT PNN dan DMI melakukan komunikasi dengan anggota panitia lelang. Dia meminta bantuan agar dimenangkan dalam lelang pengadaan.
Baca juga : Mendag Zulhas Fokus Pada Perbaikan Harga Komoditas Di Tingkat Petani
Anggota panitia lelang meneruskan kepada Edy. Permohonan disetujui tanpa evaluasi kelengkapan dokumen persyaratan mengikuti lelang.
Dalam proses penyelidikan, KPK KPK juga menemukan dugaan adanya pelanggaran yang dilakukan perusahaan Heri. Perusahaannya tidak menggunakan pegawai resmi dan tidak bersertifikat.
“Atas perbuatan para tersangka, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar sejumlah Rp 31,7 miliar,” tutup Alex. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya