Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Buntut Kecelakaan Bus Di Ciater
Dinas Pendidikan Larang Study Tour
Kamis, 16 Mei 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Menurut Hasanah, pelarangan study tour tidak hanya didasarkan pada aspek keamanan dan keselamatan, seperti potensi kecelakaan di perjalanan. Kegiatan tersebut juga berpotensi melahirkan penyimpangan anggaran, yang menjadi profit sekolah.
Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji menyarankan, kegiatan study tour dirancang secara akademis, agar tidak mengorbankan siswa.
Menurut dia, study tour harus didesain secara akademis agar bermanfaat dan punya nilai untuk para siswa, bukan sekadar jualan jalan-jalannya.
Baca juga : Bos PSIS Melamar Ke Beringin Dan PSI
“Sekolah harus memahami, tujuan study tour yang paling utama untuk pendidikan, bukan kegiatan komersial. Study tour tak boleh digunakan untuk kepentingan oknum pejabat sekolah, untuk tujuannya komersial,” tegas dia.
Di media sosial X, netizen juga mengeluhkan kegiatan study tour yang cuma jalan-jalan.
Akun @Dewino24 menilai, study tour saat ini sekadar kegiatan hiburan. “Kan kita healing, main sama teman-teman satu angkatan, hiburan dari rasa stress setelah ujian. Kalau hanya itu, kenapa yang ikut nggak ikut harus bayar? Uang lebih, dipakai guru buat jalan-jalan dan nginep gratis,” cuitnya.
Baca juga : Jukir Liar Bakal Disanksi Pidana
Akun @Putrisyalala8 mengatakan, kegiatan study tour harusnya tidak memberatkan para siswa. Tidak perlu semua siswa dipaksa harus ikut. Mau ikut silakan, nggak ikut ya nggak apa apa. Masalahnya, para guru maksa para murid harus ikut dengan alasan ini itu, sehingga study tour terkesan dibisnisin alias cari untung,” ujarnya.
Senada, akun @txtfromadrian juga menyoroti study tour yang kerap salah kaprah. “Ada anak-anak TK diajak study tour ke luar kota, tujuannya pusat grosir. Positive thinking aja, mungkin untuk mempelajari pertumbuhan ekonomi dan fluktuasi harga barang,” sindirnya.
Akun @arrttemiss menilai, para siswa dan orang tua kerap dipusingkan dengan iuran study tour. “Yang nggak ikut study tour wajib bayar iuran. Bahkan, ada pihak sekolah yang mengancam, yang nggak ikut nggak akan diluluskan dari sekolah,” keluhnya.
Baca juga : Manchester City Di Atas Angin
Akun @Alfaponelo mengusulkan, study tour hanya berupa pilihan, alias tidak wajib. Sebab, tidak semua orang tua siswa mampu membayar biaya study tour.
“Boleh ada memang iuran. Tapi, yang tidak ikut study tour tidak perlu ikut iuran, tidak perlu merogoh kocek untuk menutupi target pemasukan panitia,” sarannya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 16 Mei 2024 dengan judul Buntut Kecelakaan Bus Di Ciater, Dinas Pendidikan Larang Study Tour
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya