Dewan Pers

Dark/Light Mode

Agar BLT Tepat Sasaran, Pemerintah Disarankan Minta Bantuan RT/RW Data Warga Miskin

Rabu, 22 April 2020 23:05 WIB
Gerry Hukubun (Foto: Istimewa)
Gerry Hukubun (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600.000 per bulan bagi warga terdampak Covid-19. BLT diterima selama tiga bulan bagi keluarga miskin yang terdampak. Sayangnya, beberapa bantuan dianggap tidak tepat sasaran. 

Pengamat ekonomi politik, Gerry Hukubun, menyatakan, adanya bantuan yang tidak tetap sasaran karena ada sebagian data yang tidak akurat. "Masih belum tepat sasaran karena belum ada data terbaru yang akurat atau update yang diterima pemerintah. Sehingga dapat memicu keributan di masyarakat saat pembagian BLT tersebut," ungkapnya Rabu (22/4)

Berita Terkait : Sambut Ramadhan, Bamsoet Berikan Bantuan ke Ratusan Guru Ngaji

Menurutnya, masalah utama pemerintah dalam menggelontorkan BLT kepada masyarakat miskin bukan masalah keuangan melainkan data akurat terkait jumlah penduduk yang akan menerima BLT. "Pemerintah masih ada uang kok. Cuma data saja yang belum akurat. Harus segera dilakukan pendataan mulai dari tingkat RT, RW, hingga tingkat provinsi," tambahnya.

Saat ini, kata Gerry, pemerintah mengeluarkan larangan untuk mudik atau pulang kampung. “Bagaimana dengan mereka yang mengadu nasib atau bekerja di Jakarta atau di kota besar lainnya yang mayoritas memiliki KTP di kampungnya? Mereka kan harus dihitung juga,” ucapnya.

Berita Terkait : Pemerintah Naikkan Pangkatnya dan Beri Tunjangan Rp 330 Juta

Anggota Dewan Kehormatan Hanura ini menganjurkan, pemerintah dapat meminta ke ketua RT, RW, dan seterusnya untuk melakukan pendataan terbaru agar pemerintah dapat menghitung dan mengatur pendistribusian BLT berapa bulan sekali dan tepat sasaran. "Di era teknologi serba canggih seperti saat ini, bisa dilakukan agar pemerintah memiliki data akurat, BLT tepat sasaran dan virus corona (Covid-19) segera berakhir di Indonesia," tutup Gerry. [USU]