Dark/Light Mode

Wejangan Jonan Untuk Para Milenial

Orang Boleh Kaya, Tapi Harus Memikirkan Keadilan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2020 22:39 WIB
Wejangan Jonan Untuk Para Milenial Orang Boleh Kaya, Tapi Harus Memikirkan Keadilan Sosial

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberi tiga wejangan kepada generasi milenial, untuk menuju Indonesia yang lebih baik. Terutama, yang terkait renewable energy alias energi terbarukan. Merujuk pada pesan mantan Presiden AS Barack Obama kepada milenial AS di tengah pandemi Covid-19.

Wejangan yang pertama adalah menjaga lingkungan hidup. Kedua, melakukan banyak hal kebaikan. Banyak bekerja sama, punya empati, dan punya semangat untuk melakukan kegiatan sosial. Serta memiliki semangat untuk memperjuangkan keadilan.

Baca Juga : Adik Kandung Trump Sakit Parah

“Ini yang saya pikir perlu. Jangan punya cita-cita jadi kaya. Terutama, jadi kaya dengan cara yang tidak betul. Orang boleh kaya. Tetapi juga harus memikirkan keadilan sosial. Itu yang sangat dipesankan oleh Obama,” tutur Jonan, yang kini menjadi Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk.

Yang ketiga, adalah menjalankan bisnis secara online. Menurutnya, bisnis online adalah suatu keniscayaan yang harus dijalankan di era digital seperti sekarang. “Kita itu secara kultur harus dibiasakan memproduksi barang dan jasa, dengan harga yang lebih terjangkau. Itu spiritnya. Jangan produsi barang, yang lebih bagus tapi harganya lebih mahal. Nggak ada itu di dunia,” imbuhnya.

Baca Juga : Wujudkan SDM Unggul, Kualitas Layanan Perpustakaan Daerah Terus Ditingkatkan

Keempat, terlibat dalam bisnis lingkungan hidup seperti reklamasi, penanaman hutan kembali, dan sebagainya. “Ini akan menjadi bisnis besar. Kalau Anda masih punya kesempatan, cobalah pergi sekolah lagi ke Teknik Lingkungan. You have to go there. That's the future of human mankind,” kata Jonan, yang pernah menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Anda yang masih punya hidup 50 tahun ke depan, harus mengupayakan renewable energy. Zaman saya menjadi Menteri ESDM, sudah saya upayakan. Ini tantangannya luar biasa. Ini spirit dunia menuju kehidupan masa depan. Bagaimana kita mengurangi emisi gas buang. Bagaimana kita mengurangi pemanasan global, yang target maksimum naik 0,5 derajat di tahun 2030. Bahkan, sampai di tahun 2050. Ini penting untuk menjaga kehidupan,” tandasnya. [HES]