Dark/Light Mode

Ngaku Khilaf, Anak Amien Rais Minta Maaf Ke Nawawi Dan Garuda

Sabtu, 15 Agustus 2020 15:41 WIB
Politisi PAN yang juga anak Amien Rais, Mumtaz Rais. (Foto: Instagram)
Politisi PAN yang juga anak Amien Rais, Mumtaz Rais. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhirnya politisi PAN, Muntaz Rais, meminta maaf kepada Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dan Garuda Indonesia terkait keributan di penerbangan Garuda Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu (12/8). Anak Amien Rais itu mengaku khilaf.

Menurut dia, pada saat itu dirinya sedang mengalami kelelahan dan terpancing emosi. Namun, dia mengakui, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan jadi contoh yang tidak baik.

Berita Terkait : Wakil Ketua KPK Bantah Sudah Maaf-maafan Dengan Mumtaz Rais di Pesawat

"Saya memohon maaf kepada Pak Nawawi Pomolango,karena tindakan saya yang tidak pantas. Kepada para awak kabin Garuda Indonesia serta pihak Garuda Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (15/8).

Dia mengaku, setelah keributan, dirinya telah menghubungi Nawawi untuk menjalin komunikasi. Mumtaz yakin sosok Nawawi memiliki hati yang besar, apalagi Nawawi dianggap sebagai senior.

Berita Terkait : Ngeyel Main HP Di Pesawat, Anak Amien Diketawain

"Sesungguhnya banyak yang belum tahu bahwa sudah melakukan komunikasi dengan Pak Nawawi, dan beliau seorang yang sangat teduh, serta welcome. Dan yang muda menyapa beliau duluan," imbuhnya.

Mumtaz mengaku telah berbicara banyak hal dengan Nawawi. Menurut dia, hubungannya dengan Nawawi saat ini sudah cair.

Berita Terkait : Ini Penjelasan KPK Soal Adu Mulut Nawawi Pomolango Vs Anak Amien Rais

Sebelumnya, Mumtaz jadi sorotan. Gara-garanya anak Amien Rais itu, masih saja asyik main HP di dalam pesawat. Ditegur pramugari, malah marah. Dinasihati Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango yang duduk di dekatnya, tetap masih ngeyel.

Insiden itu terjadi di pesawat Garuda Indonesia dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu (12/8). Kejadian ini bermula ketika pesawat transit di Makassar untuk mengisi bahan bakar. Mumtaz yang duduk di kursi 6C kelas bisnis, asyik menelepon di pesawat. [OKT]