Dark/Light Mode

Telisik Tender Proyek Mesin Penggilingan Tebu PTPN XI

KPK Panggil Dirut PT Nusantara Sebelas Medika Flora Pudji Lestari

Senin, 25 Januari 2021 12:02 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Nusantara Sebelas Medika (NSM) Flora Pudji Lestari, Senin (25/1). Flora akan dimintai keterangan dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill (mesin penggilingan tebu) di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI tahun 2015-2016.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Senin (25/1).

Berita Terkait : Mulai Digarap KPK, Saksi-Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Mesin Penggilingan Tebu Di PTPN XI

Selain Flora, penyidik komisi antirasuah juga memanggil dua saksi lain, yakni staf administrasi PT Wahyu Daya Mandiri (WDM) Imam Suyuti dan Project Manager PT WDM Aries Budianto. Penyidik KPK tengah mendalami soal keikutsertaan sejumlah perusahaan dalam tender proyek pengadaan dan pemasangan six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI itu.

Pada Jumat (22/1), penyidik KPK menggarap wiraswasta bernama Budi Santoso. Dia digali soal keikutsertaan perusahaannya sebagai perusahaan pendamping dari PT WDN, yang dinyatakan sebagai pemenang tender proyek pengadaan dan pemasangan mesin penggilingan tebu.

Baca Juga : Anies: Virus Covid Bukan Fiksi, Ini Semua Nyata...

Hal yang sama didalami dari karyawan PT Trisula Abadi, Hendra Rahardjo. Dia digali soal keikutsertaan PT Trisula Abadi sebagai perusahaan pendamping yang diundang PTPN XI untuk mengikuti penawaran harga pada proyek tersebut. KPK masih belum mau mengungkapkan kasus ini secara detail. Baik tersangka, maupun konstruksi perkaranya. Kebijakan pimpinan KPK saat ini, pengumuman tersangka dan detil perkara dilakukan ketika upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan, dilakukan terhadap para tersangka.

Ali memastikan, KPK akan terus menyampaikan perkembangan informasi soal penanganan perkara ini. "Kami juga mengajak masyarakat ikut pula mengawasi setiap prosesnya," tandas Ali. [OKT]