Dark/Light Mode

CIPS Kembali Masuk Top 100 Di Asia Dalam Indeks Global Go To Think Tank 2020

Kamis, 28 Januari 2021 22:04 WIB
CIPS menggelar diskusi berjudul Why Think Tanks Matter: Peran Think Tank Pada Masa Krisis, Jumat 29 Januari 2021.
CIPS menggelar diskusi berjudul Why Think Tanks Matter: Peran Think Tank Pada Masa Krisis, Jumat 29 Januari 2021.

RM.id  Rakyat Merdeka - Global Go To Think Tank Index terbaru kembali menempatkan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dalam kategori Top Think Tanks in South and Southeast Asia and The Pacific.

CIPS bersaing dengan lembaga kajian / think tank yang berasal dari beberapa negara Asia lainnya, di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Nepal dan Jepang, dan berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ke-74.

Head of External Relations CIPS Anthea Haryoko mengatakan, keberadaan CIPS di dalam indeks ini menunjukkan adanya dampak dari berbagai rekomendasi kebijakan yang sudah dihasilkan.

Rekomendasi kebijakan tersebut dirumuskan setelah melalui proses penelitian yang menggunakan analisis mendalam dan juga data pendukung yang akurat.

Perumusan rekomendasi kebijakan dengan menggunakan metode yang terukur diharapkan bisa membuat kontribusi think tank menjadi semakin besar di dalam proses pembuatan kebijakan oleh pemerintah.

Baca Juga : Menag Optimis, Kapolri Baru Jamin Toleransi dan Ibadah Umat

Selain itu, think tank juga memiliki tugas lain yang tidak kalah penting, yaitu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebijakan. Tugas ini juga menunjukkan peran think tank sebagai mitra pemerintah.

Analisis dan rekomendasi yang dihasilkan think tank diharapkan bisa menjadi masukan bermanfaat bagi para pembuat keputusan untuk menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari fungsi ini, lanjutnya, lembaga kajian adalah institusi penting di dalam ekosistem masyakat sipil dan lingkungan demokrasi di Indonesia.

Dikatakan, CIPS berharap bisa menjadi rekan kerja pemerintah dan parlemen dalam menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab permasalahan yang ada di lapangan.

"Melalui penelitian dan rekomendasi kebijakan berbasis data dan fakta, think tank seperti CIPS berjuang mengarahkan proses policy making lewat cara-cara yang rasional dan terukur,” ungkapnya.

Baca Juga : Bali United Di Grup G, Teco Langsung Cari Informasi Lawan

Peran think tank, lanjut Anthea, semakin krusial di masa pandemi karena dengan segala dampaknya, pandemi memaksa pemerintah untuk beradaptasi dengan cepat melalui perumusan berbagai kebijakan yang bisa memitigasi dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Berkejaran dengan waktu, rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dalam waktu relatif lebih cepat dari biasa tetap dilakukan dengan langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada banyak kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja sebuah lembaga kajian dalam Indeks Global Go to Think Tank Index.

Beberapa di antaranya adalah kemampuan untuk menjembatani dunia akademis dengan para pembuat kebijakan, kemampuan untuk menjembatani para pembuat kebijakan dengan kebutuhan masyarakat atau publik, kemampuan untuk menghasilkan analisis, penelitian dan alternatif kebijakan dan juga sejauh mana hasil penelitian dan rekomendasi dari lembaga kajian bisa bermanfaat untuk kegiatan publik.

Global Go To Think Tank Index adalah laporan tahunan yang dikeluarkan oleh Think Tanks and Civil Society Program (TTCSP) yang merupakan bagian dari University of Pennsylvania.

Peluncuran indeks yang sudah dilakukan sejak 2006 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai peran lembaga kajian dalam pemerintah dan juga masyarakat.

Baca Juga : Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Istri Dan Anak RJL Sebagai Saksi

Pembahasan lebih lanjut mengenai peran think tank dalam pembangunan akan dilakukan besok, 29 Januari 2021, pada diskusi berjudul Why Think Tanks Matter: Peran Think Tank Pada Masa Krisis.

"Silakan ikuti diskusinya dan dapatkan pembahasan yang lebih mendalam bersama dengan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing," tutup Anthea. [FAZ]