Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK: 400 Ribu Amplop Suap Tak Terkait Pilpres
01 Husnuzon, 02 Suuzon
Sabtu, 30 Maret 2019 06:05 WIB
Sebelumnya
Ditanyai soal ini kemarin, Ketua KPK, Agus Rahardjo meminta kasus itu tak dilarikan ke Pilpres. "Oh jangan lari ke sana. Ini penegakan hukum. Saya tidak melihat itu. Sama sekali nggak akan memainkan politik itu," ujar Agus.
Soal isu adanya cap jempol, Agus menjawab santai. "Saya pas dilaporin nggak ada ya," tuturnya. Agus menyebut, penyidik hanya membuka secara acak amplop tersebut. Kubu Prabowo-Sandi tak begitu percaya keterangan KPK.
Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak langsung bertanya, kenapa KPK tak membuka dan menunjukkan amplop-amplop barang bukti itu. "Saya apresiasi OTT terhadap politisi Golkar, tapi Bu Basaria @KPK_RI kenapa tidak dibuka dan tunjukkan 400 ribu amplop-amplop yang berisi uang 20 ribuan dan 50 ribuan yang diduga ada cap jempolnya itu?" cuit Dahnil melalui akun Twitternya, @Dahnilanzar.
"Kebiasaan @KPK_RI ketika konpres membuka barang bukti. Kenapa Bu Basaria melarang membuka barang bukti termasuk 400 ribu amplop-amplop yang sudah ada kode-kode capres tertentu tersebut. Publik perlu tahu," cuitnya lagi.
Baca juga : Bowo Sidik Kumpulkan Uang Rp 8 M Dalam 84 Kardus Sejak 2018
Dia juga menyebut, ada salah satu media online yang awalnya menulis (uang) diduga untuk Pilpres. Tapi, karena KPK tak membuka amplop, kemudian diubah menjadi diduga untuk serangan fajar.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut mempertanyakan. "Benarkah ada foto capres tertentu di dalam amplopnya? #TanyaJubirKPK," tulis Fahri.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf meminta Dahnil membuktikan cuitannya. Juru Bicara TKN, Arya Sinulingga menilai Dahnil hanya menyebar hoaks, jika tak bisa membuktikan tudingan yang ditulisnya. "Dahnil Anzar buktikan saja. Bahwa ini ada cap jempol," ujarnya, Jumat (29/3).
Politisi Partai Perindo itu mengingatkan, KPK sudah menyebut amplop ini terkait pemilihan anggota legislatif. Tidak terkait Pilpres. "Harusnya itu jadi acuan kita," tegasnya.
Baca juga : Migrant Care Desak Capres Bahas Perlindungan Pekerja Migran
Ketua TKN, Erick Thohir juga meminta agar tak ada yang mengaitkan amplop-amplop itu dengan Jokowi-Maruf. Dia menyebutnya sebagai fitnah. KPK sudah membuat statement bahwa kasus ini tidak ada hubungan dengan Pilpres. Melainkan Pileg alias Pemilu Legislatif.
"Nah, ada berita fitnah luar biasa hari ini, (dibilang) ini ada hubungan dengan Pilpres," tegas Erick, di Senayan City, Jumat (29/3).
Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, Bowo tidak masuk struktur TKN. Karena itu, dia memastikan apa yang dilakukan Bowo tidak berhubungan dengan pemenangan capres 01.
"Di TKN tidak masuk, kami sebetulnya kaget juga kok dia mempersiapkan hal-hal yang kaya begitu. Sama sekali tidak ada hubungannya," tegasnya.
Baca juga : KPK Terus Dalami Uang Rp 84 M Dalam 84 Kardus Milik Bowo
Partai beringin mengaku tak tahu-menahu soal duit Rp 8 miliar dalam kasus ini. Partai Golkar, tegas Ace, tak pernah memerintahkan kepada siapa pun mempergunakan cara-cara yang dilarang UU. "Termasuk melakukan serangan fajar," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya