Dark/Light Mode

Ke Gibran Banyak Pejabat Mendekat, Ke Solo Banyak Proyek Yang Merapat

Senin, 29 Maret 2021 07:52 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat menerima Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (27/3). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) saat menerima Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (27/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah politik Gibran Rakabuming Raka menjadi berkah bagi Solo. Setelah putra sulung Presiden Jokowi itu menjadi wali kota, banyak proyek mengalir ke Solo. Mulai dari kementerian sampai dari Uni Emirat Arab. Jumlahnya pun gede-gede.

Para menteri pun “antre” untuk menemui Gibran. Antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menteri yang akrab disapa BKS itu meluncur ke Solo dua hari setelah Gibran dilantik. BKS datang untuk mengabarkan akan membangun convention hall, sport center, dan food court, di lantai 2 Terminal Tirtonadi.

"Itu bisa menjadi contoh bagi kota-kota yang lain," kata BKS, 28 Februari lalu. "Apalagi kalau pembangunan lantai 2 sudah selesai, itu luar biasa sekali untuk kemajuan Kota Solo," sambungnya.

Proyek yang akan didanai APBN ini memang sudah digembar-gemborkan sejak tahun lalu. Pemerintah pusat siap merogoh kocek hingga Rp 50 miliar.

Baca Juga : Kemenkes Pastikan Vaksinasi Aman

BKS juga bawa proyek rel layang. Panjangnya mencapai 1,8 km. Mulai dari viaduk Gilingan memanjang ke utara melewati Simpang Joglo, kemudian turun di sekitar Stasiun Kadipiro. Rencananya, akan mulai dibangun Juli mendatang. 

Beres BKS, datang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Bos GP Ansor itu datang sehari menjelang peletakan batu pertama pembangunan miniatur Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). 

Masjid yang digadang-gadang akan jadi yang termegah di dunia itu, adalah bantuan pangeran Uni Emirate Arab. Hubungan Sang Pangeran dengan Presiden Jokowi dikabarkan lagi lengket-lengketnya. Masjid dengan kapasitas 12 ribu jamaah ini, berdiri di atas lahan seluas 3 hektar, bekas Depo Pertamina, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Prosesi peletakan batu pertama proyek ini pada Sabtu (6/3), berjalan meriah. Selain Gibran dan Yaqut, ada Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Energi dan Industri UAE Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

Baca Juga : Hindari Kerumunan Dengan Bijak Mengisi Masa Liburan

Setelah itu, giliran Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah yang menjumpai Gibran. Agendanya ketika itu, Peresmian Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan I di Balai Latihan Kerja (BLK) Surakarta, Rabu (10/3).

Lalu, ada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, bertandang ke Solo. Dengan Gibran, ia membuka kompetisi sepak bola Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, MInggu (21/3).

Proyek kembali merapat ke Solo ketika Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono datang, Sabtu (27/3). Basuki bertemu Gibran untuk membangun Pusat Kebudayaan Jawa di Solo. Ia juga berjanji untuk merampungkan Pasar Legi lebih cepat.

Selain menteri, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sempat menjumpai Gibran. Pria yang saat ini menjabat Komisaris Utama Telkomsel itu mengaku diundang Gibran untuk menggali potensi Solo.

Baca Juga : Moeldoko Ketutup Bom

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Donny Gahral Adian memastikan, tidak ada perlakuan khusus terhadap Gibran. Datangnya proyek ke Solo bukan karena Gibran putranya Jokowi. Proyek datang karena selama ini kinerja Pemkot Solo bagus.

"Ini bukan soal anak Presiden. Sama saja dengan kepala daerah lain. Asal kerja keras dan programnya bagus membangun daerah, pusat akan men-support," kata Donny, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menganggap wajar jika para menteri, mantan menteri, tamu luar negeri, dan politisi, ngantre untuk bertemu Gibran. Dalam kacamata politik, Gibran adalah magnet saat ini.

"Karena anak RI-1. Gibran ini jalan pintu masuk bagi kepentingan elite politik merapat ke Jokowi," kata Ujang, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam. [SAR]