Dark/Light Mode

Jadi Pangkostrad

Dudung Benar-benar Melambung

Kamis, 27 Mei 2021 07:59 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Karier Dudung Abdurachman benar-benar melambung. Setelah namanya berkibar karena berani menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI), Pangdam Jaya tersebut dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Bintang di pundaknya akan bertambah, dari 2 menjadi 3. Dari Mayjen jadi Letjen. Kini, dia ikut meramaikan bursa pemilihan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). 

Promosi Dudung ini dilakukan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Selasa (25/5). Rotasi itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021. Secara keseluruhan, ada 46 perwira tinggi TNI AD, 15 perwira tinggi TNI AL, dan 19 perwira tinggi TNI AU yang dirotasi. Namun, Dudung yang cukup menarik perhatian.

Dudung akan menggantikan posisi Letjen Eko Margiono yang dipromosikan menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Eko menggantikan Letjen TNI Ganip Warsito, yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berita Terkait : 80 Personel TNI Dimutasi, Dudung Abdurachman Naik Jabatan Jadi Pangkostrad

Kemarin, Dudung tampil di depan publik, menyambut Ganip Warsito yang sudah resmi menjabat Kepala BNPB, saat  meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisama Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Ganip, yang mengenakan rompi BNPB warna krem, tiba di lokasi sekitar pukul 3 sore. Di lokasi, Ganip disambut Dudung. Keduanya lalu saling memberikan selamat. "Selamat atas promosinya sebagai Pangkostrad," kata Ganip kepada Dudung. Lantas Dudung membalas dengan memberikan ucapan selamat kepada Ganip yang telah menjabat sebagai Kepala BNPB.

Karier Dudung memang melambung. Meski baru 10 bulan menjabat sebagai Pangdam Jaya, namanya sudah dikenal publik. Salah satu prestasinya adalah saat menertibkan baliho FPI dan Rizieq Syihab, tahun lalu.  

Baca Juga : KPK Radikalis, No! KPK Pancasilais, Yes!

Karier Dudung termasuk moncer di TNI. Lulusan akademi militer tahun 1988 ini mulai bersinar setelah menjabat sebagai Wagub Akmil pada 2015 hingga 2016. Keluar dari lingkup Akmil, Dudung pernah menjabat sebagai staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Di 2018, ia kembali ke Akmil dengan menjabat sebagai gubernur. Dari sana, ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.

Warganet memberikan pujian atas kenaikan pangkat Dudung. Salah satunya disampaikan akun @MV_llestari. Kata dia, promosi ini tak lepas dari prestasi Dudung di Jakarta. "Loyalitasnya pada Presiden membuka jalan terang pada karier militernya," kicaunya.

Baca Juga : Golkar Harap Ganip Bawa BNPB Makin Cepat Kendalikan Covid-19

Pengamat militer Aris Santoso menilai, promosi terhadap Dudung ini memang terbilang cepat. Promosi ini tak lepas dari asumsi bahwa KSAD saat ini akan dipromosikan menjadi Panglima TNI. Dengan begitu, tentu harus disiapkan penggantinya. "Artinya, kini Dudung ikut meramaikan KSAD berikutnya," kata Aris, tadi malam. 

Aris menilai, nominasi Dudung sebagai calon KSAD sempat luput dari perhatian. "Dengan promosi menjadi Pangkostrad, Dudung tiba-tiba muncul sebagai kuda hitam sebagai calon KSAD."

Aris menduga, melambungnya karier Dudung tak lepas dengan kedekatannya dengan lingkaran Istana. Kaau ditelusuri, Dudung adalah menantu Mayjen (Purn) Chalid Gazhali, lulusan Akmil 1965. Menurut dia, Chalid sewaktu muda sangat dekat dengan almarhum Taufik Kiemas. "Karena itu, bisa jadi Pak Dudung masuk radarnya Bu Mega," duganya. [BCG]