Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi membuat tugas Nadiem Makarim kian berat. Nadiem disarankan segera mengajukan pembantu untuk Wakil Menteri kepada Presiden Jokowi.
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, sebenarnya, Jokowi telah menyediakan posisi wakil menteri untuk Nadiem. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud.
Baca juga : Mega-Pro Bisa Ditinggal Milenial
"Kalau memang sudah ada kebutuhan Perpres-nya kan Mendikbud itu ada wamennya, maksud saya, tinggal dijalankan saja Perpres itu ditindaklanjuti untuk membantu Bang Nadiem," kata Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto dalam keterangannya, Jumat (11/6).
Dia menilai, saat ini Nadiem tengah kesulitan dalam membangun dan menanamkan karakter bangsa. Keterisian posisi wakil menteri ini akan memastikan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia dapat terealisasi.
Baca juga : Dibonceng Kang Emil, AHY: Sesuai Aplikasi, 15 Menit Sampai
"Ini bukan soal ego. Tapi soal upaya menjamin kepastian setiap warga negara mendapatkan pendidikan dan peningkatan mudu SDM dan sebagainya," ingatnya.
Cak Nanto mengungkapkan, sosok yang ideal untuk mengisi posisi wakil menteri ini adalah orang yang bergelut di dunia pendidikan. Harapannya nantinya akan mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Baca juga : Kasasi Dikabulkan MA, KPK Segera Jebloskan Legal Manager Duta Palma Ke Bui
"Wamen ini untuk menopang peningkatan atau lompatan pendidikan anak bangsa. Karena kemarin kan ada upaya mendorong percepatan model pendidikan, ini tidak bisa lepas dari budaya dari karakter pendidikan yang ada. Ini bisa dimiliki orang yang bergelut di dunia penddidikan," ungkapnya.
"Apalagi sekarang sudah digabung, Perpres saja sudah ada posisi wamen sebelum ada penggabungan, masih Mendikbud. Sekarang kan sudah digabung, jadi bisa ada dua wamen, satu mengurusi pendidikan dan kebudayaan dan satu lagi ngurusin riset dan teknologi," pungkas Cak Nanto. [MRA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya