Dark/Light Mode

Nadiem Jangan Egois, Segera Proaktif Ajukan Wakil Menteri

Jumat, 11 Juni 2021 11:31 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Foto: Ist)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi membuat tugas Nadiem Makarim kian berat. Nadiem disarankan segera mengajukan pembantu untuk Wakil Menteri kepada Presiden Jokowi.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan, sebenarnya, Jokowi telah menyediakan posisi wakil menteri untuk Nadiem. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud.

Berita Terkait : Pengamat Kebijakan Publik: Nadiem Butuh Dua Wakil Menteri

"Kalau memang sudah ada kebutuhan Perpres-nya kan Mendikbud itu ada wamennya, maksud saya, tinggal dijalankan saja Perpres itu ditindaklanjuti untuk membantu Bang Nadiem," kata Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto dalam keterangannya, Jumat (11/6).

Dia menilai, saat ini Nadiem tengah kesulitan dalam membangun dan menanamkan karakter bangsa. Keterisian posisi wakil menteri ini akan memastikan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia dapat terealisasi.

Baca Juga : Kembali, Indofarma Ekspor Obat-obatan Ke Afghanistan

"Ini bukan soal ego. Tapi soal upaya menjamin kepastian setiap warga negara mendapatkan pendidikan dan peningkatan mudu SDM dan sebagainya," ingatnya.

Cak Nanto mengungkapkan, sosok yang ideal untuk mengisi posisi wakil menteri ini adalah orang yang bergelut di dunia pendidikan. Harapannya nantinya akan mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Baca Juga : Mitsubishi Targetkan Jual 4.000 Unit Xpander Edisi Spesial

"Wamen ini untuk menopang peningkatan atau lompatan pendidikan anak bangsa. Karena kemarin kan ada upaya mendorong percepatan model pendidikan, ini tidak bisa lepas dari budaya dari karakter pendidikan yang ada. Ini bisa dimiliki orang yang bergelut di dunia penddidikan," ungkapnya.

"Apalagi sekarang sudah digabung, Perpres saja sudah ada posisi wamen sebelum ada penggabungan, masih Mendikbud.  Sekarang kan sudah digabung, jadi bisa ada dua wamen, satu mengurusi pendidikan dan kebudayaan dan satu lagi ngurusin riset dan teknologi," pungkas Cak Nanto. [MRA]