Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Tersangka kedua, kata Lili, adalah GM PT AA Sudarso (SDR). Dia menjelaskan, Bupati Andi Putra dan SDR telah melakukan pemufakatan jahat terkait pengurusan perizinan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PT AA. Nantinya, perkebunan milik PT AA tersebut bakal dijadikan perkebunan kemitraan.
“Diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh SDR kepada AP uang sebesar Rp 500 juta. Lalu pada 18 Oktober 2021, SDR juga diduga kembali menyerahkan Rp 200 juta kepada AP,” bebernya.
Baca juga : OTT KPK Di Riau Terkait Izin Perkebunan
Untuk keperluan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka. “Untuk masa penahanan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 19 Oktober 2021 sampai 7 November 2021 pada rutan KPK,” jelas dia.
OTT Bupati Andi Putra menambah deretan OTT yang dilakukan KPK pimpinan Firli pada tahun ini. Pada 23 Februari 2021, KPK menciduk Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah. Kemudian, KPK melakukan OTT Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat pada 10 Mei 2021.
Baca juga : Tepuk Tangannya, Mana...
Pada Agustus 2021, KPK mencokok Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Lalu awal September, KPK menangkap Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. Lalu KPK melakukan OTT terhadap Bupati Koltim Andi Merya Nur. Memasuki pertengahan Oktober, KPK meringkus Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.
Bagaimana tanggapan DPR dengan kegiatan OTT yang gencar dilakukan Firli cs? Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan mengatakan, KPK telah bekerja sesuai kewenangannya. Langkah ini patut diacungi jempol.
Baca juga : Lagi, Van Gaal Tukangi Tim Oranje
“KPK terus melakukan kerja utamanya melakukan penegakan hukum, OTT lagi. Kita apresiasi KPK. Dan berharap teruslah lakukan kerja keras menjaga Indonesia dari bahaya laten korupsi,” papar Hinca kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Senada dengan Hinca, Anggota Komisi III DPR Santoso, memberikan apresiasi setinggi mungkin terhadap kinerja Firli. “Sehingga bisa menepis ketidakpercayaan publik saat ini dengan adanya OTT atas bupati Kuansing,” beber Santoso. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya