Dark/Light Mode

Gandung Pardiman: Kalau MUI Dibubarkan, Gaduh Luar Biasa

Kamis, 25 November 2021 19:03 WIB
Anggota DPR Fraksi Partai Golkar saat sambutan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Graha GPC Karangtengah, Imogiri Bantul, Yogyakarta, akhir pekan lalu. (Foto: Ist)
Anggota DPR Fraksi Partai Golkar saat sambutan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Graha GPC Karangtengah, Imogiri Bantul, Yogyakarta, akhir pekan lalu. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar daerah pemilihan DIY Gandung Pardiman dengan tegas menolak dengan tuntutan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di media sosial. Tanda pagar #BubarkanMUI muncul setelah Densus 88 menangkap salah satu pengurus MUI, yakni anggota Komisi Fatwa MUI Zain An Najah terkait dugaan terorisme.

"Usir tikusnya tapi jangan bakar rumahnya," Kata Gandung Pardiman saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Graha GPC Karangtengah, Imogiri Bantul, Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut Gandung mengatakan, MUI adalah warisan dari Presiden Soeharto dengan tujuan menyatukan ulama. Peran MUI sampai sekarang ini bagi bangsa dan negara Indonesia, amatlah besar.

Oleh karena itu, jika MUI dibubarkan, maka akan terjadi kegaduhan yang luar biasa. "Saya yakin kalu sampai MUI dibubarkan akan terjadi kegaduhan," ujar Gandung.

Berita Terkait : Dukung Pembelajaran Digital, PMI Dan SEIN Resmikan Samsung Smart Learning Class

Jika ada anggota yang separatis ataupun teroris, singkirkan orangnya dan jangan gegabah membubarkan lembaganya. "Kalau ada tikus separatis atau teroris ya diusir jangan terus membakar rumahnya," tegas Gandung di hadapan ratusan warga Bantul yang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR ini.

Gandung menginginkan, MUI diisi oleh ulama yang klasifikasinya betu-betul kelas ulama, bukan kelas ustadz picisan. "Ustadz picisan itu mau memberikan dakwah atau ceramah saja ada hitung-hitungan honor, wani piro," sindir Gandung.

Sedangkan ulama betulan, menurut Gandung, adalah orang menghayati detil keagamaan yang benar, bukan berdasarkan pada materi atau honor. Selain itu, yang memiliki wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila.

"Yakni ulama yang pancasilais bukan ulama yang ingin memperjuangkan khilafah," ungkapnya.

Berita Terkait : Kata Kiai Maman, MUI Jangan Dibubarin, Cukup Diaudit Dan Dibenahi

Lembaga MUI, kata dia, masih sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara Indonesia untuk membina umat. Apalagi menurut Gandung di dalam organisasi itu terdapat banyak tokoh yang berkompeten. MUI sebagai wadah berhimpunnya ormas-ormas Islam masih sangat dibutuhkan.

Jika ada tuduhan MUI terpapar terorisme, menurut Gandung, sangat tidak berdasar. Sebab, MUI sendiri telah menetapkan fmFatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme.

"Jadi jelas kemarin yang ditangkap oleh Densus tidak ada kaitannya dengan MUI. Sekali lagi saya tegaskan, jika di rumah ada tikus, jangan rumahnya dibakar. Jelas ini tidak masuk akal," tegasnya.

MUI ini, imbuh Gandung, kontribusinya banyak untuk menjaga umat dan nilai-nilai luhur agama bagi kehidupan bermasyarakat. Termasuk nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila.

Berita Terkait : Banjir Terjang Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, 53 rumah Terendam

"Mari kita galakkan gerakan selamatkan MUI. Saya menduga yang menyerukan bubarkan MUI berideologi komunis. Sebab selama ini ylama adalah musuh komunis," pungkas Gandung. [ONI]