Dark/Light Mode

Tantangan Isi Kemerdekaan

Pemuda Kudu Melek Digital

Rabu, 2 Desember 2020 22:26 WIB
Peringatan Hari Pahlawan di Pesantren Al Aziz, di Bekasi, Rabu (2/12).
Peringatan Hari Pahlawan di Pesantren Al Aziz, di Bekasi, Rabu (2/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Tantangan bangsa saat ini dan di masa yang akan datang berbeda dengan tantangan  pada era perjuangan. Dahulu,  para pejuang kemerdekaan harus mengangkat senjata untuk mengusir para penjajah. Namun sekarang, tantangannya bagaimana generasi muda Indonesia bisa berkiprah dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan bangsa. 

"Nah, tugas kita sekarang sebagai anak-anak muda, tugas kita itu mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan keahlian kita masing-masing," ungkap Andik Kuswanto, tenaga ahli Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Pahlawan dan Temu Tokoh Ulama Seniman Budayawan dan Santri Jalanan dengan tema Menggali Semangat Para Bangsawan Generasi Muda Hari Ini di Pondok Pesantren Al Aziz, Rawa Bogo, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/12).

Andik mencontohkan, bagi mereka yang memiliki kegemaran dan keahlian di bidang seni maka harus bisa berkiprah mengharumkan nama bangsa melalui jalur seni.

"Misalnya Bang Mike (Mike Isrofil, Pendiri Marjinal dan Padepokan tarbi Nusantara), memiliki kelebihan menjadi penyanyi, jadilah penyanyi yang menginspirasi anak-anak muda Indonesia. Kalau yang suka sepak bola, harus jadi atlet kebanggaan Indonesia," tuturnya.

Berita Terkait : Pengamat Apresiasi Upaya Kementan Kendalikan Stok Ayam Ras

  Jika ada yang ahli  menjahit, lanjutnya, bisa menggeluti keahlian itu. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat kepada lingkungannya. Artinya, tutur Andik, sekecil apapun hal yang bisa lakukan maka harus dilakukan dengan sebaik mungkin di wilayah masing-masing.

  Andik mengingatkan, di era digital seperti sekarang,  bangsa ini dihadapkan pada tantangan zaman yang tidak mudah. Karena itu, anak muda zaman sekarang harus pula melek digital. 

Pada kesempatan ini, Andik menyinggung situasi dan kondisi bangsa ini yang tengah dihadapkan pandemi Covid-19.  

"Semua merasakan kesulitan di berbagai bidang. Ekonomi, pendidikan, ibu-ibu yang punya putra-putri sekolah kesulitan karena harus melakukan pembelajaran jarak jauh, itu tidak gampang di situasi sekarang ini," katanya. 

Berita Terkait : Jangan Tukar Kedaulatan Dengan Uang, Itu Salah

Karena itu, alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengajak semua yang hadir dalam acara itu untuk berdoa agar di pengujung tahun ini, pandemi Covid-19 segera berakhir. 

"Dan kita doakan Wakil Ketua MPR Bapak Jazilul Fawaid diberikan umur panjang, kesehatan jasmani rohani agar bisa mendidik kita para juniornya ini, dan bisa berbuat banyak untuk bangsa Indonesia yang kita cintai," katanya.

Sementara,  Staf Khusus Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ibnul Mufid menerangkan tentang tugas MPR. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Mungkin bapak ibu ada yang bertanya MPR tugasnya ngapain? Salah satu tugas MPR itu adalah mensosliasasikan yang disebut Empat Pilar. Apa itu? Istilah kita PBNU yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945," jelasnya. 

Berita Terkait : Rapat Dengan KPK, Kemenpora Jelaskan Transparansi dan Akuntabilitas Tata Kelola Anggaran

Mufid mengatakan, Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki keragaman budaya, agama, suku dan ras. Sehingga, bangsa ini membutuhkan peraekat yang disebut Empat Pilar. 

"Kalau di Islam ada istilah rukun Islam dan rukun iman, dalam bernegara juga ada rukunnya yang disebut Empat Pilar itu tadi," pungkasnya. QAR