Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasih Paket Bantuan Di Jateng

PKS Siap Perjuangkan Kesejahteraan Peternak

Sabtu, 25 Juni 2022 09:53 WIB
Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Aljufri menyapa masyarakat Jawa Tengah dalam acara Rembuk Peternak Bersama Dr. Salim, Kamis (23/6). (Foto: Ist)
Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Aljufri menyapa masyarakat Jawa Tengah dalam acara Rembuk Peternak Bersama Dr. Salim, Kamis (23/6). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Aljufri menyapa masyarakat Jawa Tengah dalam rangkaian "Program Dr. Salim Menyapa Indonesia". Salah satu agenda yang dihelat adalah acara "Rembuk Peternak Bersama Dr. Salim", Kamis (23/6).

Hadir dalam acara ini Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Ketua BPW PKS Jatijaya Abdul Fikri Fakih, serta Anggota DPR RI Jawa Tengah Buchori Yusuf dan Hamid Noor Yasin.

Kemudian, Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, Ketua DPW PKS Jateng Muhammad Haris, serta jajaran DPTW membersamai Kelompok Peternak Jawa Tengah. Turut hadir memberikan sambutan atas nama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekda Provinsi Jateng, Sumarno.

Dalam sambutannya, Sumarno mengucapkan terima kasih kepada PKS yang peduli terhadap peternak Jateng. Salah satu bentuk kepedulian partai itu adalah dengan memberikan penyuluhan atas penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini merebak.

Berita Terkait : Sandiaga Uno Bantu Nenek di Serdang Bedagai Usai Arung Jeram

Sumarno juga menjelaskan, besarnya potensi ternak dan tanaman pangan di Jateng masih bisa dioptimalkan. Salim dan jajaran PKS dalam kesempatan tersebut juga mendengar aspirasi dan keluh kesah para peternak, terutama kondisi ekonomi dan peternakan mereka yang terdampak PMK.

Mereka umumnya mengeluhkan menurunnya produksi yang berimbas pada turunnya penghasilan (income) secara drastis. Sementara obat-obatan dan penanganan kesehatan hewan masih sangat terbatas.

Merespon hal tersebut, Salim mengatakan, kehadirannya adalah bentuk kecintaan dan dukungan penuh kepada para peternak di Jawa Tengah.

Juga, bentuk kepedulian dan simpati atas musibah yang dihadapi peternak dengan adanya wabah PMK, yang membawa dampak luas dan serius.

Berita Terkait : Soal RUU KIA, Gus Falah: Mbak Puan Perjuangkan Kemaslahatan Ibu Dan Anak

Salim pun menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan petani dan peternak.

"Problem kita hari ini masih sering impor untuk produk pangan. Padahal kita bisa penuhi sendiri kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, PKS akan terus berjuang mewujudkan bukan hanya ketahanan pangan, tapi kedaulatan pangan," tegas Salim.

Menurut Menteri Sosial RI 2009-2014 ini, jika Indonesia bisa berdaulat dalam komoditas pangan, maka kita bisa menyelesaikan banyak masalah dalam negeri. Petani dan peternak, akan sejahtera. "Potensinya ada. Tinggal keseriusan dan keberpihakan negara terhadap para petani dan peternak," ucapnya.

Salim juga menyampaikan keprihatinannya atas wabah PMK yang menggerus ekonomi peternak di Jawa Tengah. Berdasarkan pengakuan sejumlah peternak, sejak wabah merebak penghasilan mereka turun drastis dari Rp 2 juta perbulan hingga nyaris tanpa penghasilan.

Berita Terkait : Frisian Flag Dorong Perluas Akses Gizi Seimbang dan Ketahanan Pangan

Produksi susu sapi berkurang drastis menjadi 50 persen. Bahkan, ada yang tidak keluar sama sekali. Sapi yang disiapkan untuk dijual saat Idul Adha juga nyaris tidak ada karena sapinya pada sakit dan kurus. Sekarang mereka justru punya utang ke pabrik tahu untuk makanan ternak.

Dari aspirasi yang disampaikan, mereka membutuhkan bantuan sapi, modal, obat-obatan, vitamin, pakan, kandang, sembako, dll. Salim langsung merespon aspirasi tersebut dan menegaskan komitmen PKS untuk membantu mereka.

"Saya perintahkan anggota Fraksi PKS dari pusat hingga daerah untuk all out melakukan advokasi, pendampingan, dan memberikan bantuan untuk mereka. Carikan program bantuan yang cepat untuk membantu karena mereka ada yang sudah tidak mendapatkan income sama sekali," tegasnya.

Di akhir acara Salim menyerahkan paket bantuan untuk para peternak seraya mendoakan agar wabah PMK segera dapat diatasi dan peternak bisa normal kembali dalam mengembangkan usahanya. PKS juga mengadakan simulasi pengobatan PMK dengan memanfaatkan teknologi nano (nanoteknologi). ■