Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertemuan Airlangga-Prabowo

Dasco: Komitmen Gerindra, Membangun Bangsa Harus Gotong Royong

Kamis, 22 September 2022 11:27 WIB
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Ist)
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, yang menyebut Partai Beringin sangat mungkin memikat Gerindra untuk bergabung setelah pertemuannya dengan Prabowo Subianto Senin (19/9).

"Menurut saya pernyataan beliau lazim dan wajar, pertemuan kemarin itu antara Menko Perekonomian dan Menteri Pertahanan RI, jadi juga membahas isu-isu terkini bangsa kita, tidak hanya membahas Pemilu 2024," ujar Dasco, Kamis (22/9).

Wakil Ketua DPR itu mengungkapkan, beberapa isu penting bangsa yang dibahas keduanya adalah kedaulatan pangan dan juga stabilitas geopolitik.

Berita Terkait : Gerindra Ditanya Nasib Food Estate

Kedua isu ini, kata Dasco,merupakan fokus Partai Gerindra. Sementara Airlangga sebagai Menko Perekonomian, membawahi kementerian teknis yaitu Perdagangan dan Pertanian.

"Dua contoh terakhir adalah masalah bahan pokok yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat, khususnya emak-emak adalah kenaikan harga minyak goreng dan telur. Belum lagi naiknya BBM baru-baru ini, kami Partai Gerindra dan Pak Prabowo mempunyai komitmen memperjuangkan hak hidup rakyat kecil," bebernya.

Namun Dasco tidak membantah juga, bila memang pertemuan kedua Ketum Partai 3 besar pemilu 2019 tersebut pasti terselip bahasan Pemilu 2024.

Berita Terkait : Muzani: Prabowo Dan Gerindra Komit Sejahterakan Petani

Seperti diketahui, Golkar sudah membentuk KIB bersama PAN dan PPP. Sementara Gerindra sudah bergandengan tangan dengan PKB.

Namun, perjalanan masih cukup panjang. Pendaftaran capres pun baru dimulai September 2023, konstelasi politik masih bisa berubah apalagi demi kemajuan bangsa.

"Saya memegang teguh prinsip bahwa membangun Bangsa kita yang besar ini membutuhkan gotong royong dari semua kelompok. Membangun Republik ini tidak bisa sendiri-sendiri apalagi dalam kelompok kecil, harus bersama-sama demi Indonesia," tutup Dasco. ■