Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Setelah Muncul #TangkapMega, Bendera PDIP Dibakar
Banteng Sakit Hati
Jumat, 26 Juni 2020 06:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesabaran PDIP sedang diuji, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Di dunia maya, muncul tagartagar melecehkan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Di dunia nyata, bendera PDiP ada yang bakar. Untunglah, meski sakit hati, partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, tetap sabar dan memilih menyelesaikan persoalan ini lewat jalur hukum.
Sejak sepekan lalu, PDIP disudutkan di dunia maya. di linimasa Twitter mi salnya, sempat muncul tagar #PDIP Sarangkomunis. Tak sampai di situ, beberapa hari berselang, muncul tagar #TangkapMega.
Baca juga : Omongan Waketum Gerindra Dianggap Menyakitkan Hati
Terkait berbagai tagar yang menyudutkan PDIP dan Megawati, DPC PDIP Kota Yogyakarta langsung ambil tindakan. Mereka melaporkan tujuh buah akun media sosial terkait #TangkapMegaBubarkanPDIP ke Polda DIY, Rabu (24/6).
Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta, Eko Suwanto mengatakan, pihaknya terus melakukan patroli cyber kepada unggahan tagar tersebut. Dia menilai, unggahan tujuh akun itu melanggar UU ITE dan mengandung ujaran kebencian, fitnah, hasutan dan hoaks.
Baca juga : Soal Utang BUMN, Adian Ditantang Buka Data
Ujian yang diterima PDIP terus berlanjut sampai ke dunia nyata. Puncaknya terjadi saat aksi menolak RUU Haluan Idiologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR, Rabu lalu. Aksi ini digelar oleh aktivis 212 yang pesertanya adalah gabungan Ormas Islam. Dalam aksi itu, terekam kamera dan video yang beredar luas di Medsos, ada dua bendera yang dibakar. Satu bendera PKI, satu lagi bendera PDIP.
Mengetahui benderanya dibakar, kader banteng langsung bereaksi. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, orang yang pertama merespons aksi pembakaran itu. Dia sangat menyesalkan kejadian tersebut.
Baca juga : Syukuran Harlah Bung Karno, PDIP Wayangan dengan Lakon Patriotisme
Menurutnya, aksi tersebut adalah tindakan provokasi untuk mengadu domba rakyat. Ia minta kader di daerah tetap tenang dan jangan mudah diprovokasi. Tetap fokus dengan sikap pemerintah untuk berkonsentrasi melawan wabah Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya