Dark/Light Mode

Soal Bocornya Status Hukum Azis Syamsudin

DPR: Jangan Bereaksi Dulu, Tunggu Pernyataan Resmi KPK

Jumat, 24 September 2021 08:28 WIB
Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan angkat bicara soal status hukum Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin, yang diduga dibocorkan oleh sumber internal di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini belum pengumuman dan pernyataan resmi kan. Kalau belum resmi, jangan bereaksi dulu. Tunggu saja pernyataan resmi itu. Kalau hari ini ada pemanggilan, tunggu aja hari ini. Kecuali, ada keterangan resmi dari KPK," kata Trimedya kepada RM.id, Kamis (23/9).

Tidak Mempolitisir Kasus

Komisi Hukum DPR selalu menekankan agar Firli Cs bekerja tanpa pandang bulu. Tapi, tidak mempolitisir kasus atau disusupi kepentingan-kepentingan tertentu.

Berita Terkait : Azis Syamsuddin Diduga Suap Penyidik KPK Rp 3,15 Miliar

"Lebih baik diragukan, tapi hasilnya baik. Daripada kita optimis, tapi kinerjanya tidak bagus," ujarnya.

Trimedya meyakini, institusi KPK di bawah kepemimpinan Firli akan bekerja lebih maksimal. Yang meragukan, menurutnya, merupakan dampak dari opini yang sengaja dibangun oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Sisi positifnya, bisa kita jadikan pemicu supaya kinerja KPK lebih bagus lagi," sebut politisi PDIP itu.

Seperti Mesin Diesel

Berita Terkait : Soal Format Liga 1, Pelatih Persib Tunggu Surat Resmi PSSI

Trimedya menegaskan, ia tak pernah meragukan kinerja Firli. Apalagi, Firli jenderal bintang tiga dan mantan Deputi Penindakan KPK.

"Tentu, dia sangat memahami kinerja lembaga penegak hukum seperti KPK. Kami memilih pimpinan KPK, karena percaya mereka bisa bekerja dengan baik. Tidak akan mengecewakan," terang politisi asal Sumatera Utara itu.

Trimedya berharap, rentetan penetapan tersangka bukan akhir dari segalanya. Sampai kapan pun, KPK harus bekerja untuk kepentingan penegakan hukum dan penyelamatan uang negara.

"Firli ini seperti mesin diesel. Panasnya lama. Kalau udah panas, makin gila lagi. Jadi ini warning terhadap koruptor," cetusnya.

Berita Terkait : Kelar Digarap Dewas KPK, Azis Syamsuddin: Saya Ikuti Proses

Sekadar latar, hari ini KPK mengagendakan pemanggilan Firli terkait perkara pemberian hadiah penanganan perkara di Lampung Tengah[UMM]