Dark/Light Mode

Bos Gerindra Nyari Cawapres Berintegritas

Mahfud Bersaing Dengan Airlangga Dan Cak Imin

Minggu, 30 April 2023 07:55 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Rumah Dinas Menkopolhukam, Jakarta, Selasa (25/4/2023). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menko Polhukam, Mahfud MD bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Rumah Dinas Menkopolhukam, Jakarta, Selasa (25/4/2023). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menjawab diplomatis saat ditanya kemungkinan menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto. Lantas seberapa besar kans Mahfud berduet dengan Prabowo?

Direktur Eksekutif Ide Cipta Research and Consulting (ICRC), Hadi Suprapto Rusli memaparkan sejumlah kelebihan Mahfud bila menjadi tandem Prabowo. Pertama, Mahfud punya modal popularitas yang sangat tinggi, terbantu isu penegakan hukum dan pemberantasan ko­rupsi skala nasional terbaru. “Isunya positif bagi Mahfud. Sehingga dia punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia,” tutur Hadi, dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kedua, berlatar belakang so­sial yang kuat. Lahir dan be­sar di kultur Nahdlatul Ulama (NU) yang amat kental. Dia juga dekat dengan keluarga almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketiga, punya pemilih sektoral di Jawa Timur dan di kalangan akademisi. “Akan menambah suara di Jawa Timur sekaligus di kelas menengah akademisi yang kebanyakan jadi sosok kunci di media sosial,” tuturnya.

Baca juga : Lestari Desak Pemerintah Serius Turunkan Angka Stunting

Keempat, tidak sekadar na­sionalis, tapi juga memiliki sisi religiusitas yang cukup tinggi. Sehingga ceruk pemilih Islam, baik Islam yang berada di ger­bong Anies Baswedan, maupun khususnya yang moderat, dapat diambil.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, Mahfud punya tantangan untuk bisa berduet dengan Prabowo. Salah satunya, bersaing ketat dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, sosok Mahfud akan besar peluangnya jika dialog politik antar parpol tidak menemukan komposisi kuasa yang tepat, maka Mahfud bi­sa menjadi pilihan alternatif. “Secara hitungan politik, pelu­angnya yang punya partai ter­besar. Jadi Airlangga menempati urutan teratas, lalu Muhaimin baru kemudian Mahfud sebagai alternatif,” kata Dedi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Tokoh Muda NU: Ganjar Sosok Capres Nasionalis, Dekat Dengan Kiai Dan Santri

Sebelumnya, Mahfud secara diplomatis menjawab isu dirinya dikaitkan sebagai cawa­pres Prabowo. “Sekarang ini diskusinya yang serius ada di tingkat partai kemudian ada di media dan medsos yang ramai. Medsos, media termasuk LSM ormas-ormas ya biarkan saja,” kata Mahfud, dua hari lalu.

Mahfud juga enggan mengomentari nama capres-capres dalam Pilpres 2024. Sebab, ia merupakan pejabat Pemerintah yang harus mengkoordinasikan pelaksanaan Pemilu. “Saya tidak termasuk yang mengomentari itu. Karena saya petugas yang harus menjaga Pemilu ini berjalan lan­car sesuai jadwal,” ujarnya.

Mahfud pun menegaskan, un­dangan Prabowo ke Hambalang untuk menyampaikan tausiyah, tak ada kaitannya dengan Pilpres 2024. “Iya, itu silaturahim aja. Sesuatunya nggak ada. Sesuatunya silaturahmi saja dan kita diskusi untuk pemantapan ideologi dan penegakan hukum kader Partai Gerindra,” pungkasnya.

Baca juga : Ganjar Capres, Mega Kasih Tugas Khusus Buat Prananda Dan Puan

Sementara politisi Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa menegaskan, Prabowo sudah mengantongi nama cawapres. “Coba tanya langsung ke Pak Prabowo,” kata Desmond di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (27/4) malam.

Di tempat yang sama, Prabowo juga mengaku akan meng­umumkan cawapres pada waktu yang tepat. “Kalian pasti nanya wapresnya siapa. Tenang, akan ada,” kata Prabowo.

Sedangkan Prabowo hanya mengungkap sejumlah kriteria sosok cawapres pendamping­nya dalam Pilpres 2024. Yakni berdedikasi tinggi kepada rakyat, berintegritas, dan elektabilitasnya mumpuni. “Kriterianya yang palingutama adalah dedikasi kepada rakyat. Kemudian komit­men kepada Pancasila, UUD, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Itu yang paling utama. Kemudian ya kapasitasnya, kredibilitas, integritas dan hasil surveinya lumayan,” tegasnya. ■ caption

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.