Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Wartawan Senior
Sebelumnya
Kenaikan harga BBM adalah urusan beberapa kementerian dan lembaga. Tetapi, kenaikan harga-harga barang dan jasa yang mengikutinya, butuh koordinasi dan kesiapan semua kementerian dan lembaga.
Karena, masalah ekonomi bisa berimbas ke masalah sosial, lalu bisa juga menjalar ke masalah politik.
Baca juga : Memperkuat Koalisi Rakyat
Di tengah kondisi seperti ini, para pejabat juga perlu menjaga sikap, ucapan dan tindakan serta kebijakannya. Tunjukkan empati. Jangan menambah luka di atas luka. Jaga perasaan rakyat.
Beberapa pekan lalu misalnya, ketika harga telur menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, seorang pejabat mengatakan, “enggak seberapa. Jangan diributkan”.
Baca juga : Kenangan Gorbachev
Pernyataan seperti ini terkesan bahwa pejabat tersebut hanya ingin menjaga kursinya, tapi belum bisa menjaga perasaan rakyat. Ini berbahaya.
Ada juga pejabat yang meminta rakyat bersabar. Ini baik. Ingin menenangkan. Tapi, perlu hati-hati juga.
Baca juga : Bukan Telur Di Ujung Tanduk
Karena, rakyat bisa menuntut hal yang sama kepada pejabat tersebut. Misalnya, memintanya untuk “menasihati” pejabat lain supaya tidak sembarangan membuat kebijakan, hati-hati berucap dan bertindak. Jangan korupsi. Jangan selewengkan bantuan. Tahu prioritas. Jangan mentang-mentang. Jangan menambah luka hati dan perasaan rakyat.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.