Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Bagi rakyat, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Bukan berdasar menang atau kalah dalam pemilu. Salah ya salah. Jangan dijadikan komoditas politik sesaat.
Rakyat justru senang kalau para petinggi saling buka-bukaan. Itu justru berkah. Salah satu cara membongkar korupsi supaya tidak saling melindungi dan saling “sandera”.
Baca juga : Akar Rumput Dan “Diabetes Politik”
Negeri yang dibangun di atas fondasi “saling melindungi kejahatan” adalah negeri yang keropos. Di atas fondasi itu, akan berdiri bangunan kenegaraan yang rapuh, mudah digoyang serta dipermainkan.
Ini penting. Karena, hampir semua lembaga negara sudah terkontaminasi korupsi. Terbaru, ada anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang menjadi tersangka korupsi. Ada Wamen yang bergelar profesor yang menjadi tersangka kasus korupsi. Ada kepala daerah yang ditangkap KPK. Ada anggota DPR serta BPK yang rumah serta kantornya digeledah.
Baca juga : Mengingat Asa 4 Tahun Lalu
Yang lebih menyedihkan, ketua KPK pun ikut terseret dugaan kasus pemerasan terhadap Menteri Pertanian. Ini ironis. Miris.
“Kerusakan” ini harus segera dihentikan. Jangan sampai terus menumpuk, terakumulasi dan semakin tak terkontrol.Dan lebih parah lagi kalau “sapu-sapu” yang seharusnya membersih kan ini semua, ternyata sudah banyak yang kotor.
Baca juga : Panas Di Atas Ribut Di Bawah
Karena itu, kita selalu berharap, ada “sapu besar, kuat dan bersih” yang benar-benar mampu membersihkan semuanya.
Bukan sekadar menyapu lalu menyembunyikan sampahnya di bawah karpet. Bukan pula menyapu karena sedang mencari dukungan menjelang pemilu. Bukan itu. Semoga “sapu” itu masih ada dan segera muncul. Rakyat hanya bisa berharap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.