Dewan Pers

Dark/Light Mode

Invasi Rusia, Putin Kehilangan Jabatan Presiden Kehormatan Judo Internasional

Minggu, 27 Februari 2022 20:42 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto : AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto : AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menanggung risiko lantaran menginvasi Ukraina. Dia dicopot sementara dari jabatan sebagai presiden kehormatan Federasi Judo Internasional (IJF).

"Mengingat perang yang sedang berlangsung di Ukraina, Federasi Judo Internasional mengumumkan penangguhan status Vladimir Putin sebagai Presiden Kehormatan dan Duta Besar Federasi Judo Internasional," demikian pernyataan President IJF, Marius Vizer, seperti dilansir Reuters, Minggu (27/2).

 

Berita Terkait : Belum Ada Capres Sekuat Jokowi Sih

Vizer juga menegaskan telah membatalkan turnamen Grand Slam Judo Internasional yang sedianya diselenggarakan di Russia pada 20-22 Mei 2022.

"Dengan sangat menyesal, Federasi Judo Internasional mengumumkan telah membatalkan Grand Slam 2022 di Kazan, Russia," kata Vizer .

Putin merupakan judoka ulung yang telah dianugerahi Dan kedelapan --salah satu level tertinggi dalam olahraga bela diri itu-- pada 2014. Ia telah menjadi presiden kehormatan IJF sejak 2008.

Berita Terkait : Komisi I Sarankan Pemerintah Perkuat Investasi Pertahanan

Presiden IJF Marius Vizer pada 2014 bahkan sempat memuji Putin sebagai duta besar yang sempurna untuk olahraga tersebut.

Penangguhan status Putin di IJF menambah rentetan hukuman olahraga yang dijatuhkan terhadap Rusia.

Badan sepak bola Eropa UEFA sebelumnya mencoret Saint Petersburg sebagai lokasi penyelenggaraan final Liga Champions pada 28 Mei.

Berita Terkait : Dubes Australia: Bangga Dukung Presidensi G20 Indonesia

Selain itu, Formula 1 juga telah membatalkan balapan Grand Prix di Sochi yang dijadwalkan pada 25 September karena alasan invasi Rusia ke Ukraina.

Tak hanya itu, Polandia dan Swedia juga telah menyatakan tidak akan bermain melawan Rusia di babak playoff Piala Dunia 2022.

Pemerintah Swedia bahkan meminta 27 negara anggota Uni Eropa dapat menerapkan sanksi olahraga secara menyeluruh kepada Rusia, termasuk melarang atlet Rusia berkompetisi di kejuaraan Uni Eropa, demikian dilaporkan AFP. [IPL]