Dark/Light Mode

Korsel Kepincut Proyek

LRT Di Pulau Dewata

Selasa, 15 Juni 2021 05:29 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Tae Sung Park, menunjukkan cinderamata usai keduanya melakukan pertemuan membahas rencana kerja sama, di Jakarta, kemarin. (Foto : Dok. Kemenhub).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Tae Sung Park, menunjukkan cinderamata usai keduanya melakukan pertemuan membahas rencana kerja sama, di Jakarta, kemarin. (Foto : Dok. Kemenhub).

RM.id  Rakyat Merdeka - Korea Selatan (Korsel) kepincut alias tertarik berinvestasi pada proyek Light Rail Transit (LRT) di Bali. Negeri Ginseng itu berharap bisa dilibatkan di pembangunan moda transportasi tersebut.

Hal itu terungkap dalam per­temuan antara Menteri Per­hubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Duta Besar Korsel untuk Indonesia Park Tae-sung, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Proyek LRT Jabodebek Rampung 84,6 Persen

BKS-sapaan akrab Budi Karya mengklaim, Korsel berminat bekerja sama dengan Indonesia terlibat dalam proyek pembangunan LRT tersebut.

“Kami menyambut baik keingi­nan pihak Korea Selatan untuk terlibat dalam pembangunan kereta api di Bali dan Jakarta,” katanya.

Baca Juga : PM Israel Naftali Bennet, Sang Pembenci Palestina

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini menjelaskan, saat ini proses proyek pembangunan LRT sepa­njang 9,49 kilometer (km) telah sampai pada prastudi kelayakan (pre-Feasibility Study/FS). Dalam penyusunan pra FS, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bekerja sama dengan Korea National Railway.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, lanjut BKS, rencana pembangunan di Pulau Dewata dibagi menjadi dua fase.

Baca Juga : Kendalikan Covid-19 Bukan Cuma Teori, Harus Ada Aksi

Fase 1-Amencakup rute Ban­dara Internasional Ngurah Rai- Stasiun Central Park sepanjang 5,3 km Sementara, Fase 1-B meliputi rute Stasiun Central Park-Seminyak sepanjang 4,16 km. Menurutnya, saat ini Pem­prov Bali bersama Korea National Railway juga masih melakukan kajian terkait rencana pembangunan LRT untuk fase 2 dengan rute Seminyak-Mengwitani.

Untuk pembiayaannya, menu­rut Menhub, Pemprov Bali telah mengusulkan agar pembiayaan penyusunan studi kelayakan dikerjasamakan dengan Korea Selatan melalui skema hibah.
 Selanjutnya