Dark/Light Mode

2019, Mensos Fokus Pelatihan Kerja Disabilitas

Jumat, 28 Desember 2018 15:11 WIB
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita
(kiri) dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai
penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial Dan Kementerian Perindustrian terkait
Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja Bagi
Penyandang Disabilitas, di Jakarta, Kamis (27/12) kemarin. . (Foto: Twitter @Kementrian Sosial)
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Sosial Dan Kementerian Perindustrian terkait Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas, di Jakarta, Kamis (27/12) kemarin. . (Foto: Twitter @Kementrian Sosial)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemsos) menggandeng Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas. Kedua kementerian sepakat menyediakan kesempatan beriwirausaha, dan kerja di sektor formal maupun informal.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penyandang disabilitas akan diberikan pelatihan, sertifikasi dan penem-patan kerja. Dengan begitu, mereka mampu meningkatkan perekonomiannya.

Berita Terkait : Menteri Agus Gumiwang Undang KPK Ke Kantornya

“Kerja sama itu merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah memutus mata rantai kemiskinan di kalangan penyandang disabilitas,” kata Mensos usai menandatangani nota kesepakatan bersama Kemenperin di Jakarta, kemarin. 

Agus mengakui, data menunjukkan tingkat kesejahteraan penyandang disabilitas masih sangat memperihatinkan. Berdasarkan laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011 kondisi disabilitas di dunia menyebutkan 80 persen penyandang disabilitas yang berada di negara berkembang hidup di bawah garis kemiskinan. 

Berita Terkait : Akhir 2019, Angka Kemiskinan 9,5 Persen

Sementara Survei Penduduk Antar Sensus Badan Pusat Statistik tahun 2015 menunjukkan bahwa penyandang disabilitas Indonesia, meliputi sekitar 8,56 persen dari total populasi penduduk atau sekitar 22 juta jiwa. 
 Selanjutnya