Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Soal Rencana Investasi Jaringan Internet
Starlink Punya Elon Musk Bakal Dipakai Puskesmas
Selasa, 15 Agustus 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia masih bersemangat menarik Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) SpaceX itu dikabarkan akan datang ke Indonesia untuk membahas tindak lanjut rencana investasi jaringan internet.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pertemuannya dengan Elon Musk untuk menghubungkan seluruh Puskesmas di dalam negeri.
Seperti diketahui, SpaceX memiliki jaringan internet bernama Starlink.
Budi telah melakukan pertemuan dengan Elon Musk awal Agustus 2023. Pertemuan itu bermula dari kerja sama antara Starlink dan Pemerintah Rwanda.
Baca juga : Luhut: Elon Musk Minat Kerja Sama Jaringan Internet Murah Di Indonesia Timur
Di sana, Starlink memberikan layanan koneksi internet pada 500 sekolah terpencil.
Dia berharap, Starlink juga bisa terpasang di banyak Puskesmas se-Indonesia.
Layanan internet tersebut nantinya bakal mendukung fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
“Masih ada sekitar 745 Puskesmas yang belum ada akses internet, sementara kita mau melaksanakan digitalisasi secara masif. Kalau nggak ada koneksinya, digitalisasi akan susah sekali,” kata Budi di Istana Kepresidenan, kemarin.
Baca juga : Sultra Punya Perpustakaan Bertaraf Internasional, Ini Pesan Perpusnas
Budi menjelaskan, 745 Puskesmas tersebut berada di daerah yang tidak terjangkau oleh koneksi internet.
Di luar itu, Budi mencatat ada 2.200 Puskesmas yang memiliki akses internet yang buruk.
“Ini fokusnya memang dipasang di daerah terpencil dan tertinggal. kenapa? Karena Kemenkes mau melakukan digitalisasi secara masif. Tidak hanya di kota besar tapi hingga pelosok,” bebernya.
Budi menyebut, skrining vaksinasi, imunisasi, timbangan antropometri untuk stunting bakal dilakukan secara digital.
Baca juga : Kepala BPIP: Jangan Pertaruhkan Nasib Bangsa Dengan Serangan Fajar
Untuk saat ini, kata Budi, layanan itu tidak bisa terdigitalisasi karena tidak ada koneksi yang mumpuni.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya