Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Masyarakat Kudu Cerdas Dan Selektif Terima Informasi
2.000 Berita Bohong Terkait Corona Seliweran Di Medsos
Sabtu, 17 Oktober 2020 06:25 WIB
Sebelumnya
Kemenkominfo juga memiliki rencana jangka panjang terkait penanggulangan konten hoaks. Antara lain, menyiapkan beberapa program agar penyebaran hoaks atau disinformasi tak berkelanjutan, yaitu lewat Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
GNLD Siberkreasi itu bertugas melakukan diseminasi dan sosialisasi terkait dengan ruang digital Indonesia. Ini menjangkau lebih dari 70 juta rakyat dan bekerja bersama dengan lebih dari 108 lembaga, termasuk lembaga swadaya di dalamnya.
Baca juga : Azis Syamsuddin Terima Masukan Serikat Pekerja Terkait RUU Cipta Kerja
Sementara, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat diminta cerdas dan selektif menerima infor masi, sebelum mempercayai dan membagikan informasi tersebut kepada orang lain.
Terlebih, di zaman serba digital, sudah banyak informasi hoaks tentang Covid-19. Masyarakat perlu mengetahui beberapa istilah terkait vaksinasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman informasi dan termakan berita bohong.
Baca juga : Mahfud: PP Karantina Wilayah Terkait Corona Sedang Digodok
“Kami mohon masyarakat betul-betul memahami kondisi pandemi Covid-19, sambil mengubah perilaku. Memastikan kita bisa bertahan dan menunggu program vaksinasi sehingga kita bisa terlindungi dengan berbagai cara,” ucap Wiku. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya